Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)
Putin Klaim Rusia Menang Perang, Sebut Pemerintahan Ukraina 'Teroris'
Willy Haryono • 2 September 2026 07:28
Bishkek: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia unggul dalam perang di Ukraina, dan menggambarkan kepemimpinan Ukraina sebagai “teroris” yang tidak dapat diajak bernegosiasi.
Namun, Putin menegaskan Moskow tetap terbuka terhadap perundingan untuk mengakhiri perang.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam konferensi pers setelah menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Kirgizstan pada Selasa. Ini menjadi salah satu pernyataan paling rinci Putin mengenai perang Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.
Dikutip dari India Today, Rabu, 2 September 2026, Putin mengakui serangan Ukraina ke wilayah Rusia telah menimbulkan kerusakan nyata, terutama akibat penggunaan drone. Namun, ia tetap mengatakan pasukan Rusia terus mengalami kemajuan di medan perang.
“Saya tidak memiliki keraguan bahwa musuh akan runtuh,” kata Putin kepada awak media. Ia tidak menjelaskan kapan hal tersebut diperkirakan terjadi.
Putin Klaim Kemajuan Rusia Makin Cepat
Lebih dari empat tahun sejak perang dimulai, Rusia saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina. Perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat (AS) terhenti pada Februari setelah AS dan Israel terlibat dalam perang dengan Iran.Di tengah meningkatnya kelelahan perang di Rusia dan kekhawatiran sejumlah tokoh mengenai tekanan terhadap perekonomian negara, Putin justru menampilkan sikap percaya diri dan tegas mengenai perkembangan di garis depan.
Putin mengatakan laju kemajuan pasukan Rusia semakin cepat.
Ia mengklaim pasukan Rusia merebut sekitar 270 kilometer persegi wilayah Donetsk di Ukraina timur sepanjang Agustus. Putin juga mengatakan dua kelompok besar pasukan Ukraina telah dikepung, masing-masing beranggotakan sekitar 4.500–4.800 tentara dan hingga 2.000 tentara.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Putin mengatakan pasukan Rusia terus bergerak menuju kota Sloviansk dan Kramatorsk. Ia juga mengatakan Moskow tengah mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina.
“Terorisme Negara”
Putin mengatakan pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengenai ancaman bahwa drone Ukraina dapat secara efektif menutup wilayah udara Rusia merupakan bentuk “terorisme negara”.Ia memperingatkan Moskow akan mencari cara untuk merespons jika ancaman tersebut direalisasikan.
Dalam konferensi pers tersebut, Putin mengatakan negosiasi dengan pihak yang ia sebut sebagai “teroris” tidak mungkin dilakukan.
Namun, ia pada saat yang sama menyatakan Moskow tetap terbuka terhadap pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang, bukan sekadar membekukan konflik.
Putin juga kembali menyatakan kesediaannya untuk berkomunikasi dengan utusan Presiden AS Donald Trump.
“Jika ada pihak yang membuat atau dapat memberikan kontribusi nyata terhadap proses ini, kami mendukungnya,” kata Putin.
Ia mengatakan Rusia tidak ingin proses negosiasi berjalan tanpa hasil. Namun, Moskow tidak menutup kemungkinan keterlibatan pihak lain apabila mereka mampu memberikan kontribusi positif terhadap perundingan yang saat ini dinilainya berada dalam kondisi “agak membeku”.
Serangan Drone Rusak Kilang Minyak
Putin secara khusus mengakui serangan drone Ukraina telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah kilang minyak Rusia. Namun, ia tidak menyinggung kelangkaan bahan bakar yang muncul di sejumlah wilayah Rusia akibat serangan tersebut.Menurut Putin, Rusia telah meningkatkan perlindungan terhadap fasilitas-fasilitas strategis. Ia mengklaim hanya sekitar 10 persen kilang minyak Rusia yang masih perlu diperbaiki.
Putin juga mengecam tuduhan pemerintah Jerman bahwa Rusia berada di balik dugaan serangan drone terhadap Bandara Leipzig pada bulan lalu.
Putin menuduh pemerintahan Kanselir Friedrich Merz menggunakan tuduhan tersebut untuk mengalihkan perhatian dari persoalan domestik dan menurunnya tingkat dukungan terhadap pemerintah.
Ia bahkan menuduh Jerman sengaja menempatkan bukti untuk menjebak Rusia sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan drone tersebut. Namun, Putin tidak menjelaskan dasar tuduhan tersebut.
Putin juga membantah rumor bahwa Rusia akan kembali melakukan mobilisasi militer untuk menambah personel perang di Ukraina. Ia menyebut rumor tersebut sebagai “omong kosong belaka."
Pernyataan Putin muncul ketika Kremlin berupaya menunjukkan bahwa posisi militer Rusia tetap kuat, meski serangan drone Ukraina semakin menimbulkan kerusakan dan tanda-tanda kelelahan perang mulai terlihat di dalam negeri.
Baca juga: Zelensky Klaim Putin Masih Ingin Perang Rusia-Ukraina Berlanjut