Sebuah rumah mengalami kerusakan parah usai dihantam gempa bumi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/Rubby Jovan)
Mengenal Sesar Cisokan, Pemicu Gempa Cianjur 1 September 2026
Riza Aslam Khaeron • 3 September 2026 10:27
Jakarta: Gempa bumi kembali mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 1 September 2026. Gempa berkekuatan magnitudo 4,3 tersebut terjadi pada pukul 17.53 WIB dan dirasakan cukup kuat hingga membuat sebagian warga berhamburan keluar rumah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di darat, sekitar 10 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Cianjur. Hiposenternya tergolong sangat dangkal, yaitu hanya sekitar 4 kilometer akibat aktivitas sesar naik.Pemerhati gempa dan tsunami yang juga anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengidentifikasi bahwa sumber gempa terletak di ujung barat Segmen Sesar Cisokan, salah satu bagian dari sistem Zona Sesar Cimandiri.
Lantas, apa sebetulnya Sesar Cisokan dan seberapa besar potensi dampak gempa yang dapat ditimbulkannya? Berikut ulasannya.
Apa Itu Sesar Cisokan?

Segmen Sesar Aktif Cimandiri yang terangkum dalam Peta Gempa Indonesia 2024. Garis berwarna biru merupakan delineasi sesar pada Peta Gempa Nasional 2017. (Dok. PuSGeN)
Merujuk pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2024 yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) Kementerian Pekerjaan Umum, Sesar Cisokan merupakan salah satu segmen aktif dalam Zona Sesar Cimandiri di Jawa Barat.
Zona Sesar Cimandiri sendiri merupakan zona patahan yang terdiri atas rangkaian sesar naik dan sesar mendatar. Zona ini membentang membentuk gawir sepanjang 100 kilometer dari Padalarang hingga Pelabuhan Ratu.
Sejumlah gempa signifikan tercatat pernah terjadi di zona ini, di antaranya gempa M5,5 pada tahun 1982, serta gempa M5,4 dan M5,1 pada tahun 2000. Berdasarkan perhitungan laju geraknya, Segmen Cimandiri memiliki pergeseran sekitar 3,5 mm per tahun.
Sesar Cisokan pertama kali dipetakan secara resmi pada pemodelan tahun 2024. Dalam Peta Gempa Indonesia 2017 versi sebelumnya, area sistem Cimandiri di kawasan ini sempat diidentifikasi sebagai Segmen Rajamandala. Namun, penelitian struktur bawah permukaan yang lebih baru menemukan keberadaan Sesar Cisokan di sebelah utara delineasi Rajamandala.
Atas dasar temuan ilmiah tersebut, Segmen Cisokan kini menggantikan Segmen Rajamandala dalam pemodelan 2024, sedangkan bagian timur Rajamandala dinamai sebagai Segmen Citatah.
Berpotensi Menghasilkan Gempa hingga M6,8
Meski gempa yang terjadi pada 1 September 2026 berkekuatan M4,3, pemodelan PuSGeN menunjukkan bahwa kapasitas sumber gempa dari Sesar Cisokan sebetulnya jauh lebih besar.Berdasarkan Peta Gempa Indonesia 2024, berikut adalah karakteristik utama Sesar Cisokan:
- Panjang segmen: Sekitar 35 kilometer
- Mekanisme pergerakan: Sesar naik (reverse fault)
- Kemiringan (dip): Sekitar 45 derajat ke arah selatan
- Magnitudo maksimum (M maks): 6,8
- Laju gerak (slip rate): Sekitar 0,1 mm per tahun
Baca Juga :