Ilustrasi penumpang Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Foto: ANTARA/Azmi Samsul M.
301 Penerbangan di Bandara Soetta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Hendrik Simorangkir • 6 September 2026 14:22
Tangerang: Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara menyusul sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Akibat kebijakan darurat ini, sebanyak 301 penerbangan di bandara tersibuk di Indonesia tersebut terdampak.
Assistant Deputy of Communication and Legal Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menjelaskan bahwa penutupan sementara ini dilakukan menyusul adanya indikasi volcanic ash yang membahayakan jalur penerbangan. Kebijakan tersebut mengacu pada Notice to Airmen (NOTAM) terbaru dari AirNav Indonesia sebagai langkah mitigasi keselamatan.
"Berdasarkan data penerbangan pada periode 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 13.30 WIB, terdapat 301 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya," ujar Yudis di Tangerang, Minggu, 6 September 2026.
Baca Juga :
Rincian Penerbangan Terdampak
Dari total 301 penerbangan yang mengalami gangguan operasional pada periode tersebut, rinciannya terdiri atas:-
Penerbangan Domestik: 233 penerbangan
-
Penerbangan Internasional: 58 penerbangan
-
Penerbangan Kargo: 10 penerbangan
.jpg)
Pihak bandara menyiapkan fasilitas berupa pembagian makanan dan minuman ringan. Selain itu, pengelola bandara juga menyiagakan armada bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel melalui koordinasi intensif dengan pihak maskapai penerbangan.
Manajemen bandara mengimbau para pengguna jasa untuk terus memantau informasi terkini seputar jadwal penerbangan dan berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing selama proses pemulihan operasional berlangsung.