Bitcoin Turun, Meski Tetap di Jalur Kenaikan 3 Minggu Berturut-turut

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Bitcoin Turun, Meski Tetap di Jalur Kenaikan 3 Minggu Berturut-turut

Eko Nordiansyah • 5 September 2026 10:10

New York: Bitcoin turun lebih dari dua persen pada Jumat, 4 September 2026, setelah laporan ketenagakerjaan AS yang sangat kuat mendorong para pedagang untuk meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve akhir bulan ini. Hal ini pada gilirannya memperkuat dolar dan menekan aset berisiko seperti saham.

Namun, mata uang kripto terbesar di dunia ini tetap berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan sebesar tiga persen, didukung oleh komentar positif dari para pejabat tinggi mengenai regulasi di AS.

Dikutip dari Investing, Sabtu, 5 September 2026, Bitcoin turun 2,2 persen menjadi USD79.802,0, setelah sebelumnya sempat melonjak ke angka USD82.178,6, level tertinggi sejak pertengahan Mei pada awal pekan ini.

Absennya aksi militer baru antara AS dan Iran juga memberikan sedikit kelegaan bagi pasar.

Saham-saham terkait kripto mencatatkan kenaikan signifikan dalam perdagangan semalam, di mana perusahaan pemegang Bitcoin terbesar, Strategy, melonjak hampir 18 persen pada sesi perdagangan hari Kamis.

Data lapangan kerja Agustus melampaui ekspektasi

Bitcoin sempat melonjak dalam perdagangan Asia pada Jumat, namun kemudian kehilangan sebagian besar kenaikan tersebut dan berbalik turun setelah laporan terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat signifikan pada bulan Agustus. Angka ini melampaui perkiraan dan memperkuat tanda-tanda ketahanan pasar tenaga kerja di tengah tingkat inflasi yang masih tinggi.

Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics) melaporkan bahwa jumlah lapangan kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) bertambah 162 ribu pada bulan lalu. Angka ini lebih dari tiga kali lipat perkiraan ekonom yang sebesar 55 ribu.

Tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1 persen. Angka lapangan kerja untuk bulan Juni dan Juli juga direvisi naik dengan total tambahan 55 ribu pekerjaan.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Reli Bitcoin minggu ini

Meski demikian, Bitcoin mencatatkan kenaikan tiga persen minggu ini, yang menandai kenaikan selama tiga minggu berturut-turut. 

Reli pada hari Kamis dan Jumat terutama didorong oleh penurunan tajam imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury), setelah komentar dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller membantu meredakan kekhawatiran mengenai potensi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Waller mengatakan kepada Reuters bahwa ia cenderung mendukung kebijakan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil saat The Fed mengadakan pertemuan akhir bulan ini, terutama jika data inflasi mendatang menunjukkan adanya penurunan tekanan harga. 

Namun, data yang lebih kuat dari perkiraan kembali memicu spekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan tanggal 16 September. Menurut perangkat FedWatch dari CME Group, para pedagang kini memperkirakan adanya peluang sekitar 58 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin (0,25 persen), naik dari sekitar 52 persen sebelum laporan tersebut dirilis.

Data ketenagakerjaan ini muncul di tengah upaya The Fed menjaga keseimbangan kebijakan yang sulit. Indikator inflasi pilihan The Fed telah bertahan di atas target dua persen bank sentral selama 65 bulan berturut-turut; kondisi ini memicu perdebatan di kalangan anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

Prospek suku bunga yang stabil menjadi pertanda baik bagi Bitcoin, mengingat sifat spekulatif aset ini membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan imbal hasil (yield). Reli harga mata uang kripto tersebut pada akhir Agustus sempat terhenti akibat lonjakan singkat pada imbal hasil.

Bitcoin juga mendapat sentimen positif dari komentar Ketua Securities and Exchange Commission (SEC), Paul Atkins, yang menyatakan harapannya agar Senat melakukan pemungutan suara terkait Clarity Act pada 15 September.

Pasar kripto mencermati Clarity Act sebagai langkah besar berikutnya bagi kredibilitas regulasi. Namun, pengesahan undang-undang ini tertunda lama akibat perbedaan pendapat yang berkepanjangan mengenai perlakuan terhadap pembayaran imbal hasil stablecoin serta ketentuan yang membatasi pembuat kebijakan untuk melakukan perdagangan di pasar kripto.

Harga altcoin mencatatkan kenaikan mingguan

Secara umum, harga aset kripto mengalami penurunan pada hari Jumat akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, namun sebagian besar altcoin tetap mencatatkan kenaikan mingguan.

Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua di dunia, turun 2,2 persen menjadi USD2.454,77, namun mencatatkan kenaikan satu persen selama sepekan.

XRP turun 4,4 persen, namun masih mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 1,4 persen.

BNB turun tipis 0,9 persen, namun naik 4,3 persen selama sepekan, sementara Cardano mencatatkan kenaikan 5,6 persen dalam periode yang sama.

Solana turun 1,9 persen selama sepekan. Di antara berbagai memecoin, pergerakan harga Dogecoin cenderung datar sepanjang minggu, namun $TRUMP merosot 13,7 persen.

(Eko Nordiansyah)