Ilustrasi campak. ANTARA/freepik.com
Waspada! 4 Wilayah di Sumsel Ditetapkan KLB Campak
Lukman Diah Sari • 7 April 2026 11:57
Palembang: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan empat daerah di Sumatra Selatan sebagai kejadian luar biasa (KLB) campak, dengan dua di antaranya telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel Ira Primadesa mengatakan empat daerah tersebut yakni Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Dia menjelaskan dua daerah yang masuk kategori KLB campak dengan konfirmasi laboratorium adalah Palembang dan Prabumulih. Kota Palembang, tercatat sebanyak 578 kasus suspek dengan 90 kasus positif. Kasus positif ditemukan pada Januari dan Februari 2026, sedangkan pada Maret tidak ditemukan kasus positif meskipun terdapat 196 kasus suspek.
“Pada Januari terdapat 60 kasus positif dari 127 suspek, Februari 30 kasus positif dari 255 suspek, dan Maret 196 suspek tanpa kasus positif,” jelas Ira melansir Antara, Selasa, 7 April 2026.

Ilustrasi penyakit campak. (ANTARA/HO-Sutterstock)
Kemudian, Prabumulih tercatat 76 kasus suspek dengan 16 kasus positif. Rinciannya, Januari terdapat 33 suspek dengan 16 positif, sedangkan Februari dan Maret masing-masing 26 dan 17 suspek tanpa kasus positif. Selain itu, KLB suspek campak juga ditetapkan di Banyuasin dan Musi Rawas Utara. Di Banyuasin tercatat 15 kasus suspek dengan lima positif, sedangkan di Muratara terdapat 66 suspek dengan delapan kasus positif.
“Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata serta pelaksanaan imunisasi massal di daerah KLB,” ujar dia.
Baca Juga :
Ratusan Kasus Campak Ditemukan di Subang
Secara keseluruhan, jumlah kasus campak di Sumatera Selatan hingga 30 Maret 2026 mencapai 1.243 kasus suspek dengan 184 kasus positif. Pada Januari tercatat 381 suspek dengan 151 positif, Februari 530 suspek dengan 33 positif, dan Maret 332 suspek tanpa kasus positif.
"Tren kasus tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan serta upaya pencegahan yang lebih intensif guna menekan penyebaran campak di Sumsel," kata Ira.