Warga dan petugas SAR berada di lokasi bangunan KONI Sario Manado yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Karel A Polakitan/aa.
Komdigi Sebut Jaringan Telekomunikasi di Sulut Pulih 98 Persen
Siti Yona Hukmana • 3 April 2026 10:32
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan jaringan telekomunikasi di Sulawesi Utara (Sulut) telah pulih 98,2 persen. Jaringan telekomunikasi sempat terganggu pascagempa bumi magnitudo 7,6 melanda wilayah tersebut pada Kamis, 2 April 2026.
Komdigi memastikan layanan telekomunikasi di provinsi tersebut telah pulih secara cepat dan terjaga. Gempa, yang berpusat 129 kilometer arah tenggara Bitung, menyebabkan gangguan pada 223 titik, atau sekitar 9,97 persen dari total 2.236 titik di wilayah yang terdampak.
"Pemulihan jaringan telekomunikasi di provinsi tersebut dilakukan secara cepat sehingga mayoritas layanan kembali normal dalam hitungan jam," demikian keterangan dalam rilis tertulis Komdigi dilansir Antara, Jumat, 3 April 2026.
Baca Juga :
Bantuan Mengalir ke Warga Terdampak Gempa Malut
.jpeg)
Kerusakan akibat Gempa 7,6 Magnitudo di Sulut-Malut. Foto Istimewa
Menurut data Komdigi, kini 219 titik terdampak sudah kembali beroperasi. Sementara empat titik, di Kota Bitung (dua titik), Kabupaten Minahasa (satu titik), dan Kabupaten Minahasa Selatan (satu titik) masih dalam proses pemulihan.
Kementerian juga memastikan sistem peringatan dini berjalan efektif. Sistem peringatan dini kebencanaan berhasil mengirimkan notifikasi gempa dan potensi tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ke wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, termasuk Kota Bitung, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Ternate.
Dua stasiun monitoring transportabel di Bitung dan Minahasa berada dalam kondisi baik dan tetap beroperasi. Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Manado saat ini masih dalam pemantauan. Komdigi memastikan seluruh sumber daya terus disiagakan agar jaringan tetap stabil sehingga masyarakat tetap terhubung selama masa tanggap darurat.