Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto Sipin, masih tertahan di Doha, Qatar, setelah gagal terbang menuju Jenewa, Swiss. Dok. Instagram Kementerian HAM
Penerbangan ke Jenewa Dibatalkan, Wamen HAM Masih Tertahan di Doha
Achmad Zulfikar Fazli • 1 March 2026 06:49
Jakarta: Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto Sipin, masih tertahan di Doha, Qatar, setelah gagal terbang menuju Jenewa, Swiss. Penerbangan Mugiyanto terganggu imbas perang yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel.
"Pada hari ini (Sabtu, 28 Februari 2026), jam 4 sore. Saya masih berada di Hamad Airport di Doha, Qatar," ujar Mugiyanto dalam keterangannya di akun Instagram Kementerian HAM, dikutip pada Minggu, 1 Maret 2026.
Mugiyanto menjelaskan sebetulnya pesawat yang akan membawa dirinya dan tim dari Kementerian HAM ke Jenewa sudah terbang dari Doha pada pukul 09.00 waktu setempat. Namun, setelah setengah jam perjalanan di udara, dia dan penumpang lain mendapat informasi bahwa penerbangan tidak bisa dilanjutkan menuju Jenewa karena wilayah udara di atas Irak dan Iran ditutup.
"Jadi setelah berputar-putar di udara selama sekitar 2 jam kami akhirnya mendarat kembali di Hamad Airport di Doha. Dan sejak pagi sampai sekarang kami masih berada di bandara di Doha ini," ujar dia.
Baca Juga:
Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari RI Menuju UEA hingga Qatar Dibatalkan |

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM), Mugiyanto Sipin, masih tertahan di Doha, Qatar, setelah gagal terbang menuju Jenewa, Swiss. Dok. Instagram Kementerian HAM
Dia menyampaikan di Qatar sudah diberlakukan darurat nasional. Seluruh warganya diharapkan tetap di rumah, tidak melakukan perjalanan, dan menjauhi wilayah militer.
Dia bersama tim Kementerian HAM juga masih berada di bandara sembari menunggu informasi penerbangan dari Qatar Airways. Dia menambahkan status perjalanannya dari Doha menuju Jenewa saat ini dibatalkan.
"Jadi kami tetap stay di bandara menunggu informasi dari Qatar Airways. Dan sampai sekarang status perjalanan kami yang ke Genewa semuanya dibatalkan, cancelled. Dan kami belum ada informasi sampai kapan," ujar dia.
Dia mengatakan kondisinya saat ini penuh dengan ketidakpastian. Dia berharap situasi konflik antara Iran dan AS-Israel bisa segera berakhir. Sehingga, dia dan timnya bisa segera terbang menuju Jenewa untuk menghadiri sidang Dewan HAM.
"Kami berharap situasi segera membaik sehingga udara di kawasan Teluk ini, di Qatar, dan negara-negara sekitarnya bisa dibuka kembali, sehingga perjalanan mobilitas orang bisa kembali normal, supaya kami bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Jenewa karena kami akan menghadiri sidang Dewan HAM sesi 61 pada hari Senin nanti," kata dia.