Tim SAR saat mengevakuasi para korban di Perairan Bombana, Sulawesi Tenggara. ANTARA/HO-Basarnas Kendari
Tim SAR Selamatkan Tiga Kru KLM Boine Bai Mole yang Tenggelam di Bombana
Whisnu Mardiansyah • 14 September 2026 16:17
Bombana: Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga kru Kapal Layar Motor (KLM) Boine Bai Mole yang mengalami kecelakaan di perairan Bombana, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kapal tersebut dilaporkan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi pada Minggu malam, 13 September 2026. Ketiga kru berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin pagi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari Amiruddin mengatakan laporan kecelakaan diterima dari Staf Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Molawe. Setelah menerima informasi, tim SAR langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.
"Awalnya, kami menerima laporan dari Staf KUPP Molawe yang melaporkan telah terjadi kecelakaan kapal yang memuat tiga orang di Perairan Bombana pada pukul 00.50 Wita. Mendapat informasi itu langsung kami kerahkan tim SAR," kata Amiruddin di Kendari, seperti dilansir Antara, Senin, 14 September 2026.
Amiruddin menjelaskan KLM Boine Bai Mole bertolak dari Bulukumba menuju Luwuk pada Minggu sekitar pukul 06.00 Wita. Dalam perjalanan, kapal menghadapi kondisi cuaca buruk hingga akhirnya dihantam gelombang dan tenggelam di tengah laut.
"Sekitar pukul 22.14 Wita kapal tenggelam akibat hantaman gelombang di perairan Bombana," ujarnya.
Tiga Kru Ditemukan Selamat
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim penyelamat menggunakan Rescue Boat (RB) 307 menuju lokasi kejadian. Tim tiba di area pencarian pada Senin sekitar pukul 06.30 Wita dan langsung melakukan penyisiran.
Sekitar 43 menit kemudian, petugas menemukan KLM Boine Bai Mole dalam kondisi setengah tenggelam. Kapal ditemukan sekitar 5,5 mil laut ke arah barat daya dari lokasi yang sebelumnya dilaporkan. Dalam pencarian tersebut, seluruh tiga orang yang berada di kapal ditemukan dalam kondisi selamat.
"Seluruh korban selanjutnya dievakuasi menuju Pelabuhan Syahbandar Pomalaa," kata Amiruddin.
Ketiga korban merupakan warga Banggai. Mereka terdiri atas Rijan Lauke, 54, yang bertugas sebagai nakhoda, serta dua kru kapal, Umur Laode, 33, dan Ridwan Lamanda, 41.

Ilustrasi Tim SAR memantau peta operasi pencarian korban kapal tenggelam. ANTARA/ZUBI MAHROFI.
Amiruddin mengatakan operasi penyelamatan melibatkan sejumlah unsur. Personel yang terlibat berasal dari Staf KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Kolaka, ABK RB 307, KUPP Molawe, KSOP Kendari, BMKG Meteo, dan SROP Kolaka.
Setelah seluruh person on board (POB) ditemukan dalam kondisi selamat dan dievakuasi, operasi SAR kecelakaan kapal di perairan Bombana dinyatakan selesai.
"Dengan ditemukannya ketiga person on board (POB) dalam kondisi selamat, operasi SAR kecelakaan kapal di perairan Bombana resmi dinyatakan selesai dan ditutup," tambah Amiruddin.