(tangkapan layar)
Pencarian KM Virgo di Laut Jawa Libatkan Armada Laut dan Helikopter
Lukman Diah Sari • 13 September 2026 10:46
Jakarta: Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa diduga usai dihantam cuaca buruk, pada Minggu dini hari, 13 September 2026. Saat ini penyisiran masih dilakukan tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengungkapkan penyisiran melibatkan sejumlah unsur armada laut dan udara. Armada laut yang dikerahkan meliputi KN SAR Laksmana dari SAR Banjarmasin yang sudah berada di lokasi, serta KA Evinala dari Surabaya. Selain itu, turut serta KMP Haida, TB Mau Au 9, dan TB TCP.
"Dari Basarnas Pusat juga mem-backup kami dengan menggerakkan satu unit helikopter dari Surabaya, dan saat ini sedang melaksanakan proses searching di lokasi kejadian," ujar Sudayana dalam Breaking News Metro TV, Minggu, 13 September 2026.
"Untuk kronologi kejadian kapal Virgo Transport 8 ini mengalami cuaca buruk pada pukul 24.00 malam, itu dilaporkan oleh nahkoda ke pihak agen. Kemudian pada pukul 02.00 tanggal 13 September 2026, nahkoda kapal melaporkan bahwa kapal dalam posisi miring. Untuk mengetahui hal tersebut kami langsung memberangkatkan kapal menuju ke lokasi kejadian," jelas Sudayana.
.jpeg)
(tangkapan layar)
Pihak Kantor SAR Banjarmasin baru menerima laporan resmi dari pihak agen mengenai insiden tersebut pada pukul 10.40 waktu setempat. Merespons situasi darurat itu, tim SAR gabungan langsung dikerahkan secara bertahap menuju titik lokasi kejadian.
"Kami menindaklanjuti laporan tersebut pada pukul 04.30. Kami memberangkatkan tim dari Kantor SAR Banjarmasin menuju ke Dermaga Basarnas, Basirih. Selanjutnya pukul 05.30 kami memberangkatkan KN SAR Laksmana menuju lokasi kejadian dan perkiraan tiba di lokasi kejadian pukul 10.30 waktu setempat," paparnya.
54 Penumpang Dievakuasi
Sudayana mengonfirmasi bahwa puluhan penumpang telah berhasil dievakuasi berkat bantuan kapal-kapal tugboat yang berada di sekitar lokasi insiden, yakni TB Mau Au 9 dan TB TCP."Update perkembangan operasi bahwa kami bisa komunikasi dengan nahkoda TB Mau Au 9, bahwa TB Mau Au 9 ini sudah mengevakuasi 16 orang penumpang. Kemudian jaraknya tidak jauh dari TB Mau Au 9 itu ada TB TCP yang bisa berkomunikasi dengan TB Mau Au 9 yang menginformasikan bahwa TB TCP ini sudah berhasil mengevakuasi 38 orang. Jadi total korban yang sudah berhasil dievakuasi itu berjumlah 54 orang," ungkap Sudayana.
Dari total 54 orang yang berhasil dievakuasi tersebut, Sudayana memastikan 53 orang dalam kondisi selamat, sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, pihak SAR belum dapat mempublikasikan identitas korban yang meninggal.
"Untuk identitas belum bisa kami informasikan," imbuhnya.