Sebuah sesi sedang berlangsung di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. (Anadolu Agency)
Sidang Majelis Umum ke-81 PBB Dibuka dengan Seruan Pemulihan Multilateralisme
Willy Haryono • 9 September 2026 06:52
New York: Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dibuka di New York, Amerika Serikat pada Selasa, 8 September 2026, dengan seruan untuk memulihkan kepercayaan terhadap multilateralisme di tengah berbagai krisis global.
Presiden Majelis Umum PBB Khalilur Rahman mengatakan keberlangsungan PBB selama lebih dari delapan dekade menunjukkan pentingnya organisasi tersebut dalam menjaga perdamaian dan menangani berbagai persoalan lintas negara.
"Selama lebih dari delapan dekade, organisasi kita telah membantu dunia menghindari terjerumus ke dalam Perang Dunia III, yang bisa dibilang merupakan alasan utama keberadaannya," kata Rahman, dikutip dari Anadolu Agency.
Menurutnya, PBB setiap hari menjalankan berbagai pekerjaan kemanusiaan yang sering kali tidak mendapat sorotan. Organisasi tersebut membantu memberi makan jutaan orang, termasuk pengungsi dan kelompok yang terpaksa mengungsi, mendukung perdamaian dan keamanan, menangani penyakit kronis, serta membantu negara menghadapi persoalan lintas batas.
Namun, Rahman mengakui PBB juga berulang kali gagal memenuhi harapan masyarakat internasional.
"Konflik terus menimbulkan penderitaan manusia yang sangat besar, capaian pembangunan tetap lemah dan rapuh, dampak perubahan iklim semakin intensif," ujarnya.
Defisit Kepercayaan
Menurut Rahman, berbagai krisis yang saling memperkuat tersebut telah mengikis kepercayaan terhadap tindakan kolektif dan lembaga internasional."Defisit kepercayaan yang semakin lebar menguji keyakinan terhadap institusi internasional dan tindakan kolektif. Defisit ini harus kita tutup dengan bekerja sama melalui dialog, pembaruan kerja sama, dan memberikan hasil," katanya.
Rahman mengatakan tugas negara-negara anggota bukan hanya mempertahankan PBB, tetapi juga memperkuat organisasi tersebut serta membangun kepercayaan melalui kinerja nyata.
"Komitmen saya untuk sesi ke-81, para kolega dan sahabat, adalah bekerja tanpa lelah untuk menghidupkan kembali kepercayaan terhadap institusi ini, yang pada akhirnya menjadi landasan keberhasilan tindakan kolektif kita," ujarnya.
Sesi ke-81 Majelis Umum PBB mengusung tema "Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations that Delivers for All" atau memulihkan kepercayaan dan mengelola transformasi menuju PBB yang memberikan hasil bagi semua.
Guterres Soroti Ancaman Global
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendukung kepemimpinan Rahman dan berjanji memberikan dukungan penuh selama masa jabatannya.Guterres menyambut tema sidang tahun ini dan mengatakan memulihkan kepercayaan terhadap sistem multilateral merupakan "tantangan yang menentukan zaman kita,:
Ia menyoroti berbagai tekanan yang dihadapi dunia, mulai dari konflik dan risiko eskalasi nuklir, kemiskinan yang semakin dalam, gangguan iklim, hingga perkembangan kecerdasan buatan yang tidak memiliki tata kelola memadai.
Menurut Guterres, tekanan tersebut menguji berbagai institusi global, mulai dari Dewan Keamanan PBB hingga sistem keuangan internasional. Ia menyerukan negara-negara kembali mengedepankan kerja sama untuk menghadapi persoalan tersebut.
"Melalui diplomasi, dialog, dan kolaborasi, Majelis ini dapat membangun kembali kepercayaan dan itikad baik yang saat ini hilang dari geopolitik kita," kata Guterres.
Ia berharap upaya tersebut dapat memastikan masyarakat dunia mewarisi masa depan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih damai.
Pembukaan sidang berlangsung ketika dunia menghadapi berbagai konflik dan ketegangan geopolitik, sekaligus meningkatnya tantangan ekonomi, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi yang semakin cepat. Situasi tersebut membuat pemulihan kepercayaan terhadap kerja sama multilateral menjadi salah satu agenda utama PBB.
Baca juga: Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Penghentian Uji Coba Nuklir Global