Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. (EPA-EFE)
Presiden Mesir Dorong BRICS Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Rantai Pasok Global
Willy Haryono • 13 September 2026 17:33
New Delhi: Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyerukan negara-negara anggota serta mitra BRICS memperdalam kerja sama untuk membangun ekonomi yang lebih tangguh di tengah perubahan cepat dan berbagai tantangan terhadap perekonomian global.
Sisi menyampaikan hal tersebut dalam sesi terbuka di hari kedua KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, Minggu, 13 September 2026.
Menurut Sisi, ketahanan ekonomi membutuhkan diversifikasi sumber pertumbuhan, penguatan rantai pasok, investasi pada sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan kerja sama antarnegara Global South.
"Mesir memberikan perhatian besar terhadap kerja sama di bidang inovasi dan kecerdasan buatan (AI), termasuk transfer serta lokalisasi teknologi," ungkap Sisi.
"Langkah tersebut diperlukan agar negara-negara berkembang dapat memperoleh manfaat lebih besar dari transformasi teknologi," sambungnya.
Energi dan Teknologi Jadi Fokus
Dalam aspek pembangunan berkelanjutan, Sisi menyerukan peningkatan kerja sama di bidang energi bersih dan terbarukan. Ia juga mendorong penggunaan sumber daya yang lebih efisien serta kemudahan akses negara-negara berkembang terhadap pembiayaan dan teknologi.Sisi menilai ketahanan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kemampuan suatu negara menjamin keamanan pangan dan energi, menjaga kelancaran perdagangan dan investasi, serta menghadapi gangguan rantai pasok.
“Ketahanan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kemampuan kita untuk memastikan keamanan pangan dan energi, menjaga kelancaran arus perdagangan dan investasi, serta mengatasi gangguan rantai pasok,” tutur Sisi.
Presiden Mesir tersebut juga menyerukan peningkatan perdagangan dan investasi di antara negara-negara anggota dan mitra BRICS.
Menurut dia, proyek-proyek bersama perlu diperbanyak untuk memperkuat integrasi ekonomi sekaligus mengurangi dampak guncangan eksternal terhadap negara-negara berkembang.
Terusan Suez Jadi Kepentingan Strategis
Sisi turut menyoroti investasi Mesir di sektor pelabuhan, koridor transportasi, dan jaringan logistik. Ia mengatakan Terusan Suez tetap berada di jantung sistem tersebut sebagai salah satu jalur perdagangan internasional terpenting di dunia.Posisi strategis Terusan Suez membuat stabilitas arus perdagangan dan rantai pasok menjadi kepentingan penting bagi Mesir sekaligus bagian dari agenda ekonomi yang dibawa Sisi dalam forum BRICS.
Selain perdagangan dan logistik, Sisi menyerukan penguatan peran lembaga pembiayaan pembangunan, khususnya New Development Bank (NDB).
Menurut dia, NDB perlu meningkatkan pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan serta memperluas akses negara-negara berkembang terhadap pembiayaan dengan persyaratan yang lebih ringan.
BRICS dan Model Kerja Sama Global South
Sisi menilai keberagaman negara anggota dan mitra BRICS memberikan peluang bagi kelompok tersebut untuk membangun model kerja sama praktis di antara negara-negara Global South.Model tersebut, menurut dia, dapat dibangun berdasarkan empat prinsip utama, yakni ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.
Pernyataan Sisi disampaikan pada hari terakhir KTT BRICS yang berlangsung selama dua hari di New Delhi.
BRICS saat ini terdiri atas 11 negara anggota, yakni Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Dengan semakin luasnya keanggotaan BRICS, Sisi melihat kelompok tersebut memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan perdagangan, investasi, teknologi, pembiayaan pembangunan, dan integrasi ekonomi antarnegara Global South.
Baca juga: Xi Jinping Serukan BRICS Jaga Rantai Pasok Global di Tengah Perang AS-Iran