Kondisi tenda pengungsian warga Palestina di Gaza. (Anadolu Agency)
Musim Dingin Mematikan Landa Gaza, 11 Anak Dilaporkan Meninggal
Willy Haryono • 1 February 2026 15:57
Gaza: Sebelas anak Palestina di Jalur Gaza dilaporkan meninggal dunia akibat suhu rendah sejak awal musim dingin. Sementara itu, ribuan warga lainnya masih bertahan di tengah cuaca ekstrem dengan perlindungan yang sangat terbatas, menurut keterangan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat lalu.
Dalam konferensi pers di New York, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq mengatakan staf Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa warga Gaza masih berjuang menghadapi kondisi musim dingin.
Menurut Haq, sejak Oktober, PBB bersama para mitra kemanusiaan telah mengirim puluhan ribu tenda dan menyediakan tempat berlindung bagi lebih dari setengah juta penduduk Gaza.
Namun, ia menegaskan bahwa tenda-tenda tersebut hanya memberikan perlindungan terbatas, terutama dalam menghadapi suhu dingin dan cuaca ekstrem.
Dikutip dari Antara, Sabtu, 31 Januari 2026, Haq menyampaikan bahwa PBB terus mendesak penerapan solusi hunian yang lebih tahan lama untuk mengurangi ketergantungan warga Gaza pada tenda darurat.
Selain itu, PBB menekankan pentingnya memastikan bantuan kemanusiaan serta barang komersial dapat masuk ke wilayah tersebut tanpa hambatan dan dalam jumlah yang jauh lebih besar.
Di luar Gaza, Haq juga menyoroti memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah pendudukan Tepi Barat, menyusul pemutusan aliran listrik dan air oleh otoritas Israel di Yerusalem Timur.
Ia mendesak Israel untuk mencabut larangan operasional terhadap Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) serta organisasi internasional lainnya.
Haq menegaskan bahwa seluruh mitra bantuan kemanusiaan harus diizinkan beroperasi tanpa hambatan, baik di Jalur Gaza maupun di Tepi Barat, guna memastikan terpenuhinya kebutuhan vital masyarakat sipil.
Baca juga: Tenda Pengungsi Gaza Kebanjiran usai Diguyur Hujan Deras di Musim Dingin