Pramono Tegaskan Akan Musnahkan Ikan Sapu-sapu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pramono Tegaskan Akan Musnahkan Ikan Sapu-sapu

Farhan Zhuhri • 15 April 2026 20:14

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah akan dimusnahkan secara berkala. Menurutnya, selain merusak ekosistem perairan, ikan invasif tersebut dinyatakan berbahaya untuk dikonsumsi manusia berdasarkan hasil uji laboratorium.

“Kenapa ikan ini harus dibersihkan, dikurangi? Karena memang sudah merusak. Dari hasil lab, hampir semua ikan yang dites itu kadar batasnya 0,3 miligram, dia lebih dari itu sehingga akan sangat berbahaya kalau dikonsumsi,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 15 April 2026

Ia mengungkapkan, kandungan zat berbahaya seperti timbal ditemukan dalam tubuh ikan sapu-sapu. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi kesehatan manusia apabila ikan tersebut dikonsumsi.

“Ada timbalnya, ada macam-macamnya, dan itu benar-benar berbahaya bagi manusia kalau dikonsumsi,” ujar Pramono.

Tak hanya dari sisi kesehatan, Pramono menyoroti dampak ekologis ikan sapu-sapu yang dinilai merusak struktur lingkungan perairan. Ia menjelaskan, ikan tersebut kerap membuat lubang di tanggul maupun tebing saluran air untuk dijadikan tempat berlindung.

“Ketika dia membuat rumah, tanggul-tanggul, tebing-tebing itulah yang kemudian digunakan untuk dia bersembunyi,” ungkap Pramono.

Ikan sapu-sapu juga bersifat predator terhadap spesies lokal. Populasinya yang masif membuat ikan-ikan asli hingga telur-telurnya ikut terancam.

“Hampir ketika ada ikan ini, semua ikan lokal kita dimakan, termasuk sampai dengan telur-telurnya,” kata Pramono.

Ia menambahkan, kemampuan adaptasi ikan sapu-sapu yang sangat tinggi membuatnya mampu bertahan di berbagai kondisi air, bahkan yang tercemar sekalipun. Hal ini mempercepat penyebaran dan memperparah dampak kerusakan lingkungan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Menurut Pramono, ikan tersebut berasal dari Amerika Selatan dan di habitat aslinya pun menjadi persoalan serius. Bahkan, di negara asalnya, penanganan dilakukan dengan cara pemusnahan atau pemanfaatan terbatas sebagai pakan ternak setelah melalui proses tertentu.

“Di sana pun ini sudah menjadi persoalan. Kalau pun masih bertahan hidup, sebagian digunakan untuk makanan ternak setelah diproses,” kata Pramono.

Atas dasar itu, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk melakukan langkah penanganan terpadu di lima wilayah kota administrasi. Program ini tidak hanya menyasar pengendalian populasi ikan sapu-sapu, tetapi dibarengi dengan normalisasi saluran air.

“Kami sudah memutuskan dalam rapat tadi di lima daerah kita akan adakan kegiatan untuk mengurangi ikan sapu-sapu. Tapi tidak semata-mata itu, kita juga mengangkut sedimen, kemudian memperbaiki saluran air,” ujar Pramono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)