Pemkot Jaktim Dorong Penangkapan Ikan Sapu-sapu  Secara Berkelanjutan

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin. Foto : Antara.

Pemkot Jaktim Dorong Penangkapan Ikan Sapu-sapu Secara Berkelanjutan

Anggi Tondi Martaon • 17 April 2026 10:51

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu secara berkelanjutan. Hal itu dinilai perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan ekosistem perairan.

"Kami berharap kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi terus dilakukan secara berkelanjutan," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dikutip dari Antara, Jumat, 17 April 2026.

Menurut dia, kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu tidak boleh berhenti sebagai aksi sesaat. Melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan atau stakeholder.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menekan populasi ikan invasif tersebut. Dia pun memastikan segera berkoordinasi dengan berbagai stakeholder guna merancang langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian apresiasi bagi masyarakat yang aktif membantu penangkapan ikan sapu-sapu.

"Kami juga akan mencoba berkomunikasi dengan stakeholder lain agar masyarakat yang ikut menangkap ikan sapu-sapu bisa mendapatkan apresiasi," ujar Munjirin.

Selain itu, Munjirin meminta jajaran camat dan lurah untuk memetakan lokasi-lokasi yang menjadi titik konsentrasi ikan sapu-sapu. Sehingga, penanganannya dapat diprogramkan secara sistematis.

Hasil koordinasi tersebut nantinya diikuti dengan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya ikan sapu-sapu bagi lingkungan.

"Ikan sapu-sapu di Jakarta ini sudah menjadi endemik dan bahkan mendominasi hingga sekitar 80 persen populasi di sejumlah perairan. Dampaknya sangat merusak, baik bagi makhluk hidup lain di air maupun infrastruktur saluran, karena mereka membuat lubang-lubang di dinding dan pinggiran saluran," jelas Munjirin.

Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Antara.

Selain itu, kerusakan yang ditimbulkan ikan sapu-sapu tidak hanya mengancam keseimbangan ekosistem, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik saluran air, yang berpotensi memperparah kerusakan lingkungan perkotaan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi masyarakat, Pemkot Jakarta Timur berencana menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Bazis untuk memberikan insentif berupa bantuan keuangan kepada warga yang terlibat dalam penangkapan ikan sapu-sapu. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem perairan di wilayah Jakarta Timur.

"Dengan upaya yang terintegrasi dan berkelanjutan, kami optimistis populasi ikan sapu-sapu dapat dikendalikan sehingga keseimbangan lingkungan dapat kembali terjaga," ucap Munjirin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)