Ilustrasi Pexels
Ada 'Variabel Pengganggu', HIMPUH Ungkap Penyebab Antrean Jemaah Haji
Muhamad Marup • 16 April 2026 12:58
Jakarta: Indonesia menjadi salah satu negara dengan antrean jemaah haji terpanjang. Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Muhammad Firman Taufik, mengungkapkan ada beberapa faktor yang memperpanjang antrean haji, baik reguler maupun khusus.
Ia meminta pemerintah perlu melihat data jemaah haji secara lebih cermat. Salah satunya terkait persentase calon jemaah haji reguler yang gagal melunasi saat tiba waktunya berangkat.
Bank dan pendamping memperpanjang antrean
Firman menerangkan, salah satu penyebab antrean jemaah haji semakin panjang adalah keterlibatan bank dalam menyediakan dana talangan porsi haji. Menurutnya, jika pemerintah tegas atas kebijakan ini, kemungkinan besar akan terjadi penurunan jumlah pendaftar secara signifikan."Hanya mereka yang benar-benar istitaah secara finansial yang akan mendaftar. Saat ini, dana talangan justru berkontribusi pada penumpukan calon jemaah yang pada akhirnya gagal melunasi biaya," ucapnya.
Faktor lain, lanjutnya, adalah 'variabel pengganggu' yaitu fasilitas prioritas berangkat untuk keluarga terpisah, pendamping lansia, dan pendamping disabilitas. Menurutnya, variabel tersebut merusak sistem.
"Saya bukan tidak mendukung lansia atau penyandang disabilitas, tetapi jika kita berbicara tentang sistem, maka seharusnya tidak ada celah yang merusak prinsip antrean," jelasnya.
Ia menilai, Sistem Informasi Kesehatan Jemaah Haji Indonesia (Siskohat) memiliki peran penting. Menurutnya, Siskohat benar-benar menerapkan prinsip first in, first served tanpa pengecualian.
"Jika Siskohat diibaratkan seperti mesin ATM, maka kondisi saat ini seperti orang yang sudah antre lama, lalu ada yang datang belakangan dipersilakan maju lebih dulu, bahkan membawa pendamping ikut masuk antrean," terangnya.
Dampak antrean haji
Sementara itu, Dosen Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Rahmad Salahuddin, menerangkan, antrean jamaah haji yang mencapai 20–40 tahun tidak hanya administratif, tetapi juga sosial, psikologis, ekonomi, dan teologis. Berikut ini penjelasannya..jpg)
Ilustrasi Pexels