Ratusan warga Israel menggelar aksi protes menentang pemerintah dalam menuntut dihentikannya perang di Lebanon. (Anadolu Agency)
Ratusan Warga Israel Berdemo di Haifa, Tuntut Hentikan Perang di Lebanon
Willy Haryono • 19 April 2026 12:00
Tel Aviv: Ratusan warga Israel menggelar aksi protes di kota Haifa pada Sabtu, 18 April 2026, menentang pemerintah dalam menuntut dihentikannya perang di Lebanon.
Surat kabar berbahasa Ibrani, Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa ratusan orang memadati Persimpangan Horev dengan membawa spanduk anti-pemerintah guna mendesak diakhirinya perang.
Dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 19 April 2026, aksi serupa juga berlangsung di Persimpangan Karkur, wilayah Wadi Ara, sebelah tenggara Haifa, yang diikuti oleh ratusan peserta lainnya.
Demonstrasi ini terjadi di tengah meningkatnya kritik internal di Israel mengenai cara pemerintah menangani perang beserta dampak-dampak yang ditimbulkannya.
Meski demikian, jajak pendapat yang diterbitkan media Israel pekan lalu menunjukkan bahwa 77 persen warga Israel masih mendukung kelanjutan serangan terhadap Lebanon, sementara 12 persen setuju konflik diakhiri, dan 11 persen lainnya tidak memberikan pendapat.
Aksi protes ini juga berlangsung saat Israel terus melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata 10 hari dengan Hizbullah yang mulai berlaku sejak Jumat tengah malam waktu setempat.
Pada hari Sabtu, tentara Israel mengklaim telah mendeteksi adanya pihak yang melanggar kesepahaman gencatan senjata di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir, dan mengatakan telah melakukan beberapa serangan serta menghancurkan infrastruktur sebagai respons atas temuan tersebut.
Sejak 2 Maret, Israel telah melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon yang menewaskan lebih dari 2.294 orang dan melukai 7.544 lainnya. Menurut data resmi terbaru dari otoritas Lebanon, serangan tersebut juga telah menyebabkan lebih dari 1 juta orang terpaksa mengungsi. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Militer Lebanon Laporkan Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel di Wilayah Selatan