Pendiri FPCI Dino Patti Djalal saat membuka acara Supermentor di Jakarta, Selasa, 14 April 2026. (Metrotvnews.com / Muhammad Reyhansyah)
Dino Patti Djalal Tekankan Pentingnya Kepercayaan dalam Kepemimpinan
Muhammad Reyhansyah • 15 April 2026 10:50
Jakarta: Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan aset paling penting dalam kepemimpinan, melampaui kekuasaan yang dibangun atas dasar ketakutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Dino dalam talkshow bertajuk Supermentor di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
“Ukuran seorang pemimpin ditentukan oleh kepercayaan dan keyakinan rakyat terhadap dirinya. Kredibilitas adalah aset terbaik seorang pemimpin,” ujarnya.
Fondasi Legitimasi Kepemimpinan
Menurut Dino, seorang pemimpin mungkin mampu menciptakan rasa takut, tetapi tidak bisa memaksakan rasa hormat dan kepercayaan dari masyarakat.“Anda bisa membuat orang takut, tetapi tidak bisa memaksa orang untuk menghormati dan mencintai Anda. Itu tidak mungkin dipaksakan,” katanya.
Dino menekankan bahwa kepercayaan publik menjadi fondasi utama dalam membangun legitimasi kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan.
Sebagai contoh, Dino mengangkat pengalaman Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat menghadapi krisis ekonomi global pada 2008.
Pada periode tersebut, kondisi ekonomi dinilai memburuk dan berdampak luas terhadap masyarakat. Namun, SBY tetap berhasil memenangkan pemilu dengan perolehan suara yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.
“Saat itu ekonomi buruk, krisis tidak terkendali, semua orang terdampak. Tapi beliau terpilih kembali dengan margin yang lebih tinggi. Kenapa? Karena kepercayaan publik terhadap pemimpin tetap kuat,” jelasnya.
Dino menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat dapat menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas kepemimpinan, bahkan di tengah situasi krisis.
Ia menegaskan bahwa rasa hormat dan dukungan publik hanya dapat dibangun melalui kepercayaan yang tulus, bukan melalui tekanan atau ketakutan.
Baca juga: Dino Sebut Kepemimpinan Kolektif Jadi Kunci Transformasi Nasional Indonesia