Ilustrasi. Dok Metrotvnews.com
Indonesia Tuan Rumah Kongres APREMIC 2026, Bahas Pengobatan Regeneratif
Arga Sumantri • 10 June 2026 18:16
Jakarta: Indonesia akan menjadi tuan rumah The 1st Asia Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 2-4 Juli 2026. Kongres mengangkat tema "Perkembangan Terkini dalam Aplikasi Klinis dan Terapi Pengobatan Regeneratif".
Kongres Kesehatan Regeneratif Asia Pasifik pertama tersebut dihadiri 14 negara diantaranya Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Brasil, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Pakistan, Iran, Swedia, Filipina, Malaysia, Jepang, Indonesia, dan Tiongkok.
Presiden Indonesia Society Regenerative Medicine (INASRM), Jonny, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu konferensi seminar simposium yang sifatnya internasional bidang pengobatan regeneratif.
"Dihadiri ahli regenerative medicine kurang lebih 24 pembicara termasuk Amerika Serikat, Kanada, Swedia, Jepang, Tiongkok, Malaysia. Topik yang dibahas terkait stem cell," ujar Jonny dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.
Beberapa topik yang akan dibahas dalam seminar tersebut meliputi perkembangan terapi regeneratif. Mulai dari potensi dan penerapannya dalam dunia medis, terapi generasi terbaru, pemanfaatan sel punca dan rekayasa jaringan untuk berbagai penyakit, hingga upaya pemulihan fungsi organ, bedah regeneratif, terapi sel rekayasa, dan pengembangan terapi yang lebih tepat bagi setiap pasien.
"Contohnya sampai saat ini belum ada obat ginjal untuk menghindari cuci darah, sehingga dikembangkan alternatif terapi baru menggunakan sel (sel punca). Melalui acara ini harapannya dapat membuka mata dunia, bahwa Indonesia tidak ketinggalan terkait teknologi stem cell," ungkap Jonny.
"Indonesia bisa memberikan layanan stem cell, jadi kita bukan negara tertinggal. Para ahli di Indonesia juga mumpuni," papar Jonny.
APREMIC 2026 Chairman, Cosmos Octavianus Mangunsong, mengatakan sejumlah mahasiswa fakultas kesehatan juga dapat ikut serta dalam event tersebut.
"Mahasiswa berkesempatan untuk berpartisipasi sebagai peserta guna memperluas wawasan mengenai stem cell serta mempresentasikan ide, hasil penelitian, atau karya tulis ilmiahnya melalui kompetisi Call for Abstract," kata Cosmos.
Ia mengatakan pengobatan regeneratif menjadi hal yang amat penting di tengah berbagai persoalan kesehatan khususnya perihal penyembuhan organ dalam manusia.

Cosmos melihat kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi tenaga medis di bidang stem cell dapat memperkuat pengetahuannya dan berbagi pengetahuan dengan para peneliti lain dari berbagai negara.
"Ada berbagai workshop terkait topik-topik misalkan tentang stem cell, eksosom, penggunaan stem cell pada mata, dan stromal vascular fraction (SVF)," tambah Cosmos.
Sementara itu, Ketua Organizing Comittee APREMIC 2026, Sari Pramono mengungkap perwakilan pemerintah akan hadir dari Kementerian Kesehatan, Kadis Kesehatan Jakarta dan Pemda Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan organisasi profesi kedokteran. Selain itu, perwakilan dari kalangan universitas dan rumah sakit turut diundang.
Sari menyebut Indonesia juga akan semakin maju dan berkembang dalam pengobatan regeneratif. Masyarakat, kata dia, tidak perlu jauh-jauh berpergian ke luar negeri untuk berobat.
"Kami juga berharap pemerintah segera merapikan regulasi-regulasi terkait regenerative medicine ini sehingga WNI tidak perlu berobat stem cell di luar negeri, sayang sekali kalau kita tidak dapat memenuhi hal tersebut," tambah Sari.
Ia berharap Indonesia menjadi pusat stem cell di Asia dan pengobatan regeneratif dan menjadi pusat medical tourism.
"Semoga pihak terkait dapat meningkatkan regulasi dan kompetensi, mendukung industri regeneratif medicine ini agar berkembang," kata Sari.