Petugas kesehatan Kabupaten Bangka melakukan skrining penemuan kasus malaria di Sungailiat, Rabu, 10 Juni 2026. ANTARA/Kasmono
Dinkes Bangka Tekan Penyebaran Malaria Melalui Skrining dan Pengobatan
Silvana Febiari • 10 June 2026 17:00
Bangka: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menekan penyebaran kasus malaria yang ditemukan di beberapa wilayah setempat. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai langkah proteksi secara efektif.
"Langkah proteksi efektif mencegah penyebaran penyakit malaria dengan melakukan, deteksi dini atau skrining penemuan kasus malaria," kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Bangka Anggia Murni, dilansir dari Antara, Rabu, 10 Jui 2026.
Selain itu, memberikan pengobatan kasus malaria dan tindak lanjut, indoor residual spray (IRS) penyemprotan insektisida dalam rumah kasus serta pemberian larvasida di laguna atau kolong (larvasidasi) tempat perindukan nyamuk.
"Berbagai langkah itu kami lakukan karena diketahui kasus malaria mengalami peningkatan dari 116 kasus menjadi 119 kasus atau meningkat tiga kasus malaria," ujar dia.
Temuan ratusan kasus malaria tersebut berasal dari data Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M). Data itu dihimpun dari laporan puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan.
.jpg)
Ilustrasi nyamuk penyebab malaria. Foto: Istimewa
Puskesmas Belinyu menangani 109 pasien malaria, Puskesmas Gunung Muda satu kasus, Puskesmas Riau Silip empat kasus, Puskesmas Pemali satu kasus, dan Puskesmas Sinar Baru satu kasus.
"Dengan berbagai tindakan itu, kami berharap angka kasus malaria tidak terjadi peningkatan kembali bahkan menurun," harap dia.
Ia menjelaskan upaya pencegahan dini yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan perlu didukung oleh masyarakat. Salah satunya dengan melakukan pencegahan mandiri seperti gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.