56 Karhutla Terjadi di Pangkalpinang di Tengah Kemarau Ekstrem

Ilustrasi, Tim Gabungan Pemadam Kebakaran di Bangka Barat saat berjibaku memadamkan karhutla (ANTARA/Donatus)

56 Karhutla Terjadi di Pangkalpinang di Tengah Kemarau Ekstrem

Silvana Febiari • 16 September 2026 12:23

Pangkalpinang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menangani 56 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Puluhan kejadian tersebut terjadi di tengah musim kemarau ekstrem.

"Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan guna menekan potensi karhutla selama puncak musim kemarau tahun ini," kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan (P2K) BPBD Kota Pangkalpinang, Nur Ikhsan, dilansir dari Antara, Rabu, 16 September 2026.

Sejak Mei hingga 14 September 2026, tercatat 56 kejadian karhutla di Kota Pangkalpinang. Karhutla tersebut tersebar di Kecamatan Gerunggang, Pangkalbalam, Bukit Intan, Gabek, Taman Sari, Rangkui, dan Girimaya akibat musim kemarau yang panjang dan kering.


"Kejadian karhutla terbanyak terjadi pada Agustus 2026 yang mencapai 27 kejadian, sedangkan bulan-bulan sebelumnya hanya satu hingga 10 kejadian per bulan," ujarnya.

Kejadian karhutla sejak 1 hingga 14 September tahun ini baru tercatat lima kejadian. Rinciannya meliputi Kelurahan Bacang di Kecamatan Bukit Intan dua kali kejadian, Kelurahan Selindung di Kecamatan Gabek dua kali kejadian, serta Kelurahan Bukit Besar di Kecamatan Girimaya satu kali kejadian.

"Kami terus mengintensifkan patroli serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari pembakaran lahan selama puncak musim kemarau pada September hingga Oktober tahun ini," ungkapnya.


Ilustrasi - Seorang warga berusaha memadamkan kebakaran lahan di Bangka. ANTARA/Aprionis


Dalam penanganan karhutla ini, BPBD berkolaborasi dengan TNI, Polri, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dunia usaha, dan instansi terkait lainnya.

Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan kejadian karhutla kepada petugas melalui call center 0811 7161 000. Laporan tersebut diperlukan agar kebakaran dapat segera ditangani.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi lingkungan sekitar dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila mengetahui adanya potensi kebakaran, demi keselamatan bersama," ajaknya.

(Silvana Febiari)