BPBD Pangkalpinang Aktifkan Call Center 24 Jam Atasi Krisis Air Bersih

BPBD Kota Pangkalpinang siagakan satu unit mobil tengki air untuk mengatasi kekeringan dan krisis air bersih di masyarakat (ANTARA/Aprionis)

BPBD Pangkalpinang Aktifkan Call Center 24 Jam Atasi Krisis Air Bersih

Silvana Febiari • 30 July 2026 20:20

Pangkalpinang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengaktifkan call center selama 24 jam. Langkah ini dilakukan guna menangani kekeringan dan krisis air bersih selama musim kemarau.

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi call center 0811-7161-0000, apabila mengalami krisis air bersih," kata Kepala BPBD Kota Pangkalpinang Dedy Revandi, dilansir dari Antara, Kamis, 30 Juli 2026. 

BPBD Kota Pangkalpinang menyiagakan satu unit mobil tangki berkapasitas 4.000 liter air bersih. Bantuan tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti mencuci dan mandi.
 


"Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih segera menghubungi call center dan nantinya petugas akan menerima dan mengarahkan untuk mengisi persyaratan seperti nama, nomor handphone, dan lokasi pelapor," ujarnya.

Dalam pendistribusian air bersih, BPBD Kota Pangkalpinang akan melayani minimal 10 kepala keluarga di setiap titik penyaluran. Bantuan tersebut diberikan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

"Dalam satu titik, kita akan mengumpulkan minimal 10 kepala keluarga agar penyaluran air bersih ini lebih efektif," tuturnya.


Ilustrasi kekeringan. Foto: Dok. MGN.


Dalam penyaluran air bersih, masyarakat diminta menyiapkan wadah penampungan berupa ember, drum, galon, atau tempat air lainnya. "Kami tidak melayani penyaluran air bersih untuk pengisian bak mandi atau tandon air berkapasitas besar, kecuali tempat penampungan air rumah ibadah dan sarana publik sosial lainnya," jelasnya.

Menurut dia, potensi kekeringan dan krisis air bersih selama musim kemarau tahun ini cukup tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi perkiraan musim kemarau yang lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino.

"Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini lebih kering, sehingga berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan," ungkapnya.

(Silvana Febiari)