Mengenal 4 Khulafaur Rasyidin dan Kisah Kepemimpinannya

Ilustrasi Pexels

Mengenal 4 Khulafaur Rasyidin dan Kisah Kepemimpinannya

Putri Purnama Sari • 19 September 2026 04:36

Jakarta: Sepeninggal Nabi Muhammad saw. pada 632 M, periode kekhalifahan dalam sejarah politik Islam dimulai. Kepemimpinan umat Islam kemudian dilanjutkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq RA sebagai khalifah pertama.

Setelah Abu Bakar, kepemimpinan dilanjutkan oleh tiga sahabat Nabi secara bertahap, yakni Umar bin Khattab RA, Utsman bin Affan RA, dan Ali bin Abi Thalib RA. Keempat sahabat tersebut kemudian dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin.

Secara bahasa, khulafa merupakan bentuk jamak dari khalifah, sedangkan rasyidin berarti orang-orang yang mendapat petunjuk. Istilah Khulafaur Rasyidin digunakan untuk menyebut para khalifah yang memimpin umat Islam setelah Rasulullah SAW.

Hadis Nabi tentang Khulafaur Rasyidin

Anjuran untuk berpegang pada sunah Khulafaur Rasyidin disebut dalam hadis yang diriwayatkan dari Al-Irbadh bin Sariyah RA. Rasulullah saw. bersabda:

Artinya: “Maka hendaklah kalian berpegang teguh pada sunahku dan sunah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat sunah tersebut.”

Hadis tersebut tercantum dalam Sunan Abu Dawud nomor 4599, Jami’ At-Tirmidzi nomor 2676, dan Sunan Ibnu Majah nomor 42. Dalam riwayat At-Tirmidzi, hadis tersebut dinilai hasan sahih.

Keutamaan keempat Khulafaur Rasyidin juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan At-Tirmidzi:

Artinya: “Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, dan Ali di surga.”

Daftar 4 Khulafaur Rasyidin

Berikut empat Khulafaur Rasyidin:

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq RA

Abu Bakar Ash-Shiddiq RA merupakan khalifah pertama setelah Rasulullah saw. wafat. Ia memimpin umat Islam pada 632–634 M.

Abu Bakar merupakan salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW. Kedekatannya dengan Rasulullah juga disebut dalam Al-Qur’an ketika Allah SWT menceritakan peristiwa hijrah. Dalam Surah At-Taubah ayat 40 disebutkan:

Artinya: “Ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya, ‘Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.’”

Ayat tersebut mengisahkan perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW bersama sahabatnya ketika bersembunyi di dalam gua. Berdasarkan penjelasan tafsir, sahabat yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Abu Bakar RA.

Pada masa kepemimpinannya, Abu Bakar menghadapi sejumlah persoalan besar setelah wafatnya Rasulullah saw., termasuk gerakan riddah atau kemurtadan serta persoalan zakat.

2. Umar bin Khattab RA

Setelah Abu Bakar RA wafat, kepemimpinan umat Islam dilanjutkan oleh Umar bin Khattab RA sebagai khalifah kedua pada 634–644 M. Abu Bakar sebelumnya menunjuk Umar sebagai penerus kepemimpinan.

Umar merupakan salah satu sahabat utama Rasulullah SAW dan dikenal karena ketegasannya. Dalam periode pemerintahannya, wilayah kekuasaan Islam berkembang ke sejumlah kawasan di luar Jazirah Arab. Dalam sebuah hadis disebutkan:

Artinya: “Dan yang paling tegas di antara mereka dalam perkara Allah adalah Umar.”

Masa pemerintahan Umar juga menjadi salah satu periode penting dalam perkembangan administrasi pemerintahan Islam. Berbagai sistem pengelolaan pemerintahan dan wilayah dikembangkan seiring meluasnya wilayah kekuasaan Islam.

3. Utsman bin Affan RA

Setelah Umar bin Khattab RA wafat, Utsman bin Affan RA menjadi khalifah ketiga dan memimpin pada 644–656 M.

Utsman bin Affan RA merupakan saudagar kaya yang dikenal dermawan. Ia juga dikenal memiliki sifat pemalu dan berwibawa. Dalam sebuah hadis disebutkan:

Artinya:“Dan yang paling benar rasa malunya adalah Utsman bin Affan.”

Salah satu peristiwa penting pada masa pemerintahannya adalah penyeragaman mushaf Al-Qur’an. Kebijakan tersebut dilakukan ketika muncul perbedaan bacaan di sejumlah wilayah yang telah berkembang menjadi bagian dari dunia Islam.

Utsman kemudian memerintahkan penyusunan sejumlah salinan mushaf berdasarkan mushaf yang menjadi rujukan dan mengirimkannya ke berbagai wilayah.

4. Ali bin Abi Thalib RA

Ali bin Abi Thalib RA merupakan khalifah keempat. Ia memimpin umat Islam pada 656–661 M. Ali memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW. Ia merupakan sepupu Nabi Muhammad saw. dan suami Fatimah az-Zahra RA, putri Rasulullah SAW.

Masa kepemimpinan Ali berlangsung dalam situasi politik yang kompleks. Sejumlah konflik internal terjadi di tengah masyarakat Muslim dan menjadi bagian penting dalam sejarah awal Islam.

Pada 19 Ramadan 40 H atau sekitar 661 M, ketika Ali hendak melaksanakan salat Subuh di Masjid Kufah, ia diserang oleh Abdurrahman bin Muljam yang berafiliasi dengan kelompok Khawarij. Ibnu Muljam menyerang Ali menggunakan pedang yang telah dilumuri racun. Serangan tersebut menyebabkan Ali mengalami luka parah.

4 Khulafaur Rasyidin dalam Sejarah Islam

Keempat Khulafaur Rasyidin memimpin umat Islam secara berurutan, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Umar bin Khattab RA, Utsman bin Affan RA, dan Ali bin Abi Thalib RA.

Periode kepemimpinan mereka menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan masyarakat dan pemerintahan Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

Pembahasan mengenai Khulafaur Rasyidin tidak hanya berkaitan dengan pergantian kepemimpinan setelah Rasulullah saw., tetapi juga mencakup perkembangan umat Islam, pemerintahan, serta berbagai peristiwa penting pada masa awal sejarah Islam.

(Yaumil Tianri Rahmi)

(Putri Purnama Sari)