CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani. Foto: MI/Insi Nantika Jelita.
Bos Danantara Bakal Temui Menkeu Suahasil Bahas Dividen Rp120 Triliun
Husen Miftahudin • 17 September 2026 11:09
Jakarta: Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara masih akan membahas rencana pemberian dividen sebesar Rp120 triliun kepada negara bersama Menteri Keuangan (Menkeu) baru Suahasil Nazara.
CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan komunikasi dengan Suahasil akan dilakukan dalam waktu dekat untuk membahas sejumlah hal, termasuk rencana setoran dividen tersebut.
"Ada beberapa hal yang nanti kami juga Prof Suahasil semuanya akan kita diskusikan. Rencananya juga akan segera bertemu," kata Rosan ditemui usai Rapat Terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 17 September 2026.
Rosan memastikan komunikasi antara Danantara dan Menteri Keuangan baru berjalan dengan baik. Menurut dia, pembahasan bersama akan dilakukan untuk mencari solusi terkait kebijakan tersebut.
"Saya yakin semuanya pasti akan ada selalu solusi yang terbaik begitu," ujar Rosan.
Saat ditanya mengenai perkembangan rencana setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada pemerintah, Rosan mengatakan persoalan tersebut masih dalam tahap pembahasan.
(Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: Dok Youtube Sekretariat Kabinet)
Dividen Rp120 triliun masuk APBN
Sebelumnya, mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan BPI Danantara akan menyetorkan sebagian keuntungannya sebesar Rp120 triliun ke penerimaan APBN Tahun Anggaran 2026.
Purbaya menyebut dana tersebut akan dicatat dalam pos Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lainnya. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya pada Kamis, 3 September 2026.
Dividen perusahaan BUMN sebelumnya masuk dalam pos PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan (KND). Mekanisme tersebut berubah setelah dividen BUMN dialihkan kepada Danantara melalui perubahan aturan terkait BUMN pada tahun sebelumnya.
Purbaya sebelumnya menyebut setoran dividen BUMN kepada negara sebelum masuk dalam pengelolaan Danantara berada di kisaran Rp90 triliun per tahun. Ia menyambut positif rencana pengalihan sebagian keuntungan Danantara untuk mendukung penerimaan APBN pada 2026.