Asap mengepul di kawasan TPAS Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan
Rawan Terbakar, Simak Cara Mencegah Kebakaran di TPA
Muhamad Marup • 18 September 2026 18:01
Jakarta: Kebakaran bisa terjadi di mana saja, terutama di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sampah biasanya berisi bahan-bahan yang mudah terbakar sehingga butuh langkah mitigasi agar bencana tidak terjadi.
Pemerintah telah mengatur tata cara pencegahan pencegahan kebakaran di TPA. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2026 tentang Mitigasi Pencegahan Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Proses mitigasi tidak hanya jadi tanggung jawab aparat terkait saja. Butuh langkah bersama untuk mencegah dan mengantisipasi potensi kebakaran di area TPA.
Dampak dan Risiko
Mitigasi menjadi langkah penting karena dampak dan risiko kebakaran TPA dapat mengancam kesehatan masyarakat. Sedikitnya ada tiga dampak dan risiko atas kebakaran di TPA yaitu:- Gangguan kesehatan masyarakat akibat asap.
- Penurunan kualitas udara di wilayah terdampak.
- Risiko pencemaran lingkungan yang meluas.
- Terganggunya layanan pengangkutan dan operasional TPA.
Penyebab Kebakaran di TPA
Kebakaran di TPA bisa terjadi karena berbagai penyebab mulai dari tata kelola, kondisi sampah, hingga faktor alam. Penyebab-penyebab terjadinya kebakaran di TPA yaitu:- Praktik open dumping — tumpukan sampah tidak terpilah meningkatkan risiko kebakaran.
- Cuaca ekstrem dan musim kemarau — kondisi kering akibat El Niño dapat meningkatkan risiko kebakaran.
- Akumulasi gas metana (CH?) — pembusukan sampah menghasilkan gas metana yang mudah terbakar.
- Munculnya titik api — suhu tinggi dan kelembapan rendah dapat memicu titik api.
- Sampah kering terbakar — api kemudian membakar material sampah yang mudah terbakar.
- Kebakaran membesar — gas metana dan sampah kering dapat mempercepat penyebaran api.
Kondisi terbaru kebakaran di TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026. ANTARA/M Fikri Setiawan
Selain itu, beberapa hal wajib dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran di TPA seperti:- Terapkan larangan merokok secara tegas bagi seluruh individu di area TPA.
- Pantau dan cegah aktivitas pembakaran sampah di dalam maupun sekitar TPA.
- Lakukan penutupan zona aktif secara berkala menggunakan tanah, sekam, atau material penutup alternatif.
Mitigasi dan Penanganan
Terdapat tiga tahap dalam penanganan kebakaran di TPA. Tahapan tersebut mencakup tahap pencegahan, siaga, dan tanggap.Cegah (Preventif)
- Tutup sampah secara berkala dengan tanah atau material penutup lainnya dengan ketebalan minimal 15–20 cm.
- Rawat saluran dan pipa gas metana serta lakukan pengaliran atau gas flaring secara aman dan terkendali.
- Hentikan sistem open dumping secara bertahap.
- Terapkan larangan merokok dan aktivitas lain yang berisiko menimbulkan api di sekitar TPA.
Siaga (Antisipatif)
- Pastikan ketersediaan sumber air.
- Periksa tandon air dan hidran secara berkala untuk memastikan berfungsi baik.
- Sediakan tanah uruk dan pasir di zona aktif.
- Siagakan alat berat untuk membantu penanganan kebakaran.
- Bentuk satgas siaga kebakaran TPA.
- Tingkatkan patroli saat suhu tinggi dan pada malam hari.
Tanggap (Responsif)
- Lakukan koordinasi cepat antara DLH, Damkar, BPBD, dan instansi terkait.
- Segera lakukan isolasi untuk mencegah api meluas.
- Padamkan api hingga mencapai sumbernya.
- Pantau kualitas udara di wilayah terdampak.
- Siapkan masker dan posko kesehatan bagi petugas serta warga.
- 110 — Call Center Kepolisian
- 112 — Call Center Darurat
- 115 — BASARNAS