BPBD Kaltim Pantau 134 Titik Panas Pemicu Kabut Asap

Ilustrasi: Asap akibat karhutla di Kelurahan Sepan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim pada 19 Agustus 2026 (Antara/ HO- BPBD PPU)

BPBD Kaltim Pantau 134 Titik Panas Pemicu Kabut Asap

Silvana Febiari • 17 September 2026 15:16

Samarinda: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengoptimalkan penanganan karhutla dan memantau 134 titik panas (hotspot). Ratusan titik panas tersebut turut berpotensi memicu sebaran kabut asap.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menegaskan kondisi tersebut dapat berubah cepat mengikuti arah angin dan kondisi atmosfer. Pihak terkait terus melakukan sinkronisasi data antardaerah.

"Asap sudah menyebar di wilayah Kaltim. Kita menyinkronkan data terkait agar informasi yang disampaikan sama dan tidak menimbulkan simpang siur,” ujar Buyung dalam briefing penanganan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, dilansir Antara, Kamis, 17 September 2026.


Berdasarkan pemantauan lapangan, sejumlah daerah menunjukkan kondisi dampak asap yang berbeda dibandingkan hari sebelumnya.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara, paparan kabut asap masih cukup pekat sehingga aktivitas pembelajaran siswa di sejumlah wilayah terpaksa dialihkan secara daring. Sementara kondisi cuaca di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara juga dilaporkan mengalami fluktuasi.

Di Kabupaten Kutai Timur, sebaran titik panas mulai mereda setelah hujan turun di beberapa desa. Kondisi udara di beberapa wilayah tersebut berangsur lebih cerah.

Kondisi serupa terjadi di Kota Bontang. Matahari mulai terlihat meski kabut asap tipis masih menyelimuti wilayah tersebut pasca hujan ringan.

Dampak sebaran asap ini berimbas pada aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda akibat berkurangnya jarak pandang.

Buyung menegaskan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Pemantauan juga dilakukan terhadap pergerakan asap dan dampaknya pada kesehatan masyarakat serta mobilitas transportasi.


Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan dalam briefing penanganan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda. ( ANTARA/ HO- Diskominfo Kaltim).

Saat ini, Pemprov Kaltim bersama BNPB, BPBD kabupaten/kota, dan instansi terkait terus mengintegrasikan pemantauan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan informasi cuaca dan mitigasi bencana yang disampaikan kepada masyarakat tetap konsisten.

Ia mengimbau masyarakat turut berperan dalam mencegah karhutla. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat vegetasi masih kering.

(Silvana Febiari)