Bakti sosial berkelanjutan dan peresmian Collection Point di lingkungan MTsN 36 Jakarta Barat. Dokumentasi/ istimewa.
Lingkungan Sekolah Jadi Ruang Mengenalkan Pengelolaan Limbah
Deny Irwanto • 17 September 2026 18:53
Jakarta: Upaya mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Selain menjadi tempat belajar, sekolah dapat menjadi ruang untuk membangun kebiasaan mengelola limbah dan mengenalkan konsep ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan bakti sosial berkelanjutan dan peresmian Collection Point di lingkungan MTsN 36 Jakarta Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Revibes dengan MTsN 36 Jakarta yang telah berlangsung sejak 2025 melalui program “Revibes Presenting the Gift of Sight” yang sebelumnya mengangkat isu kesehatan mata dan peningkatan kualitas pendidikan.
"Melalui langkah kecil ini, kita berupaya bersama menjadikan Sustainable Development Goals - khususnya terkait pengolahan limbah - menjadi lebih sederhana dan mudah diterapkan di kehidupan kita sehari-hari," kata Founder Revibes, Carissa Handrian, di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Pengelolaan limbah plastik menjadi perhatian karena keberadaannya dapat menimbulkan persoalan lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Di kawasan perkotaan, limbah yang tidak terkelola juga dapat masuk ke saluran air dan berpotensi mengganggu aliran air.

Bakti sosial berkelanjutan dan peresmian Collection Point di lingkungan MTsN 36 Jakarta Barat. Dokumentasi/ istimewa.
Carissa menjelaskan Collection Point Revibes telah tersebar di sejumlah wilayah Jakarta dan Tangerang. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengelolaan limbah melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Bersama dengan Gerakan Revibes, kita berkontribusi untuk mengurangi tumpukan limbah di tempat pembuangan akhir, sekaligus mewujudkan economy sirkular yang memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat," ungkapnya.
Selain kegiatan pengumpulan limbah, program kolaborasi tersebut juga diisi dengan aktivitas sosial. Pengguna aktif aplikasi dapat menukarkan Revibes Points dengan sembako sebagai bagian dari kegiatan sosial yang dilakukan.
Aplikasi tersebut juga memiliki fitur daily news snaps yang menyajikan informasi mengenai ekonomi, finansial, dan keberlanjutan (sustainability). Kehadiran fitur tersebut menjadi bagian dari pendekatan digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan kegiatan sosial.
Kolaborasi dengan MTsN 36 Jakarta diharapkan dapat terus berkembang melalui kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, sosial, dan lingkungan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan pengelolaan limbah kepada masyarakat sejak dari lingkungan sekolah.
Konsep ekonomi sirkular menempatkan material yang masih memiliki nilai guna agar dapat dimanfaatkan kembali. Pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah untuk berbagai kegiatan komunitas.