Mantan Jenderal Jerman Sebut Turki Pilar Penting Keamanan NATO

Mantan jenderal Angkatan Bersenjata Jerman Klaus Wittmann. (Anadolu Agency)

Mantan Jenderal Jerman Sebut Turki Pilar Penting Keamanan NATO

Willy Haryono • 4 July 2026 15:44

Ankara: Mantan jenderal Angkatan Bersenjata Jerman Klaus Wittmann menilai Turki memiliki peran yang sangat penting bagi keamanan NATO dan semakin berfungsi sebagai jangkar stabilitas di kawasan.

Pernyataan disampaikan Wittmann menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara pada 7–8 Juli 2026.

Dalam wawancara dengan Anadolu pada Jumat, 3 Juli 2026, Wittmann mengatakan Turki merupakan pilar utama pertahanan NATO di kawasan tenggara sekaligus kekuatan penting di Laut Hitam.

"Turki adalah landasan kokoh pertahanan aliansi di kawasan tenggara dan merupakan kekuatan di Laut Hitam. Laut Hitam akan kembali menjadi kawasan yang semakin penting di masa depan, sebagaimana Laut Baltik saat ini. Selain itu, Turki menguasai selat-selat strategis dan memiliki angkatan bersenjata yang sangat kuat," ujarnya.

Mantan brigadir jenderal tersebut menilai Ankara berpotensi memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga sayap tenggara NATO, terutama di tengah dinamika keamanan kawasan setelah konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.

Wittmann juga menyatakan NATO saat ini berada dalam kondisi yang lebih kuat dibanding sebelumnya.

Menurutnya, penguatan tersebut didorong oleh bergabungnya Swedia dan Finlandia ke dalam NATO, peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota, serta kesamaan pandangan mengenai pentingnya menghalangi tujuan Rusia di Ukraina.

Di sisi lain, Wittmann menilai kecil kemungkinan Amerika Serikat keluar dari NATO.

"Saya menilai kemungkinan Amerika Serikat keluar dari NATO sangat kecil. Presiden Donald Trump tidak dapat melakukannya tanpa persetujuan Kongres, meski ia tetap dapat melemahkan aliansi," katanya.

Ia menambahkan tantangan utama NATO saat ini adalah memperkuat kemampuan pertahanan negara-negara Eropa agar mampu mengimbangi pengurangan kehadiran militer Amerika Serikat.

Menurut Wittmann, negara-negara Eropa perlu mempercepat pembangunan kekuatan militer serta meningkatkan kemampuan yang selama ini banyak disediakan Amerika Serikat, seperti pesawat tempur, pengintaian satelit, sistem pertahanan udara, dan pengisian bahan bakar di udara.

Terkait KTT NATO di Ankara, Wittmann mengatakan agenda utama pertemuan akan mencakup kelanjutan bantuan militer kepada Ukraina, evaluasi peningkatan belanja pertahanan, penguatan perencanaan pertahanan, serta penyesuaian model kekuatan NATO menyusul rencana pengurangan kemampuan militer Amerika Serikat di Eropa.

KTT NATO di Ankara akan berlangsung pada 7–8 Juli dan dihadiri para kepala negara serta kepala pemerintahan dari 32 negara anggota. Pertemuan tersebut menjadi KTT NATO ke-36 sekaligus yang kedua diselenggarakan Türkiye setelah Istanbul menjadi tuan rumah pada 2004.

Baca juga:  NATO Sebut Negara-Negara Eropa Telah Tutupi Kekurangan Jumlah Pasukan AS

(Willy Haryono)