Israel Kembali Lakukan Penggerebakan di Tepi Barat, Ketegangan Kembali Meningkat

Pasukan Israel terus melakukan provokasi terhadap wilayah Palestina. Foto: EFE-EPA

Israel Kembali Lakukan Penggerebakan di Tepi Barat, Ketegangan Kembali Meningkat

Fajar Nugraha • 8 July 2026 18:00

Tepi Barat: Militer Israel melancarkan penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Selasa malam, 7 Juli 2026.

Operasi tersebut disertai penangkapan warga Palestina, pengetatan pemeriksaan di pos pemeriksaan militer, serta memicu bentrokan di beberapa lokasi.

Bentrokan terjadi di sekitar Kamp Pengungsi Qalandia, di utara Yerusalem Timur, ketika pasukan Israel memasuki kawasan tersebut. Sumber setempat menyebut pos pemeriksaan Qalandia dan Jaba mengalami kemacetan panjang setelah militer memperketat pemeriksaan serta menembakkan gas air mata ke arah kendaraan yang melintas.

Militer Israel juga menggerebek Kota Hizma di utara Yerusalem Timur, Silwad dan Desa Ein Yabrud di timur Ramallah, serta kawasan Al-Tira di Ramallah.

Dalam operasi itu, seorang warga Palestina ditangkap, sementara penggerebekan juga dilaporkan berlangsung di Qarawat Bani Zeid, Beit Rima, dan Deir Ghassaneh di barat laut Ramallah.

Di Provinsi Jenin, pasukan Israel menangkap seorang warga Palestina setelah menggerebek rumahnya di kawasan Wadi Burqin, sebelah barat Kota Jenin.

Penggerebekan juga dilakukan di Qusra, tenggara Nablus, serta kawasan timur Kota Tulkarm dan Simpang Tuffah, dengan tentara Israel menembakkan granat kejut selama operasi berlangsung.

Dilansir dari Anadolu, Rabu 8 Juli 2026 gelombang penggerebekan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer Israel dan aksi para pemukim di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Awal bulan ini, Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina melaporkan telah mendokumentasikan 11.074 pelanggaran yang dilakukan Israel di wilayah pendudukan sepanjang semester pertama 2026.

Menurut komisi tersebut, Hebron mencatat jumlah pelanggaran tertinggi dengan 2.224 insiden, disusul Ramallah dan Al-Bireh sebanyak 2.175 insiden, Nablus 2.095 insiden, serta Bethlehem 1.137 insiden.

Sejak Oktober 2023, eskalasi operasi militer Israel dan aksi para pemukim di Tepi Barat telah menewaskan 1.175 warga Palestina, melukai 12.919 orang, serta menyebabkan sekitar 24.000 warga Palestina ditangkap, berdasarkan data resmi Palestina.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)