Presiden Rusia Vladimir Putin. (EPA)
Putin Tegaskan Rusia Siap Gunakan Kekuatan untuk Capai Target di Ukraina
Willy Haryono • 28 December 2025 14:46
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Ukraina tidak menunjukkan urgensi untuk mencapai perdamaian, dan menegaskan bahwa Moskow akan mencapai seluruh tujuannya dengan kekuatan jika Kyiv menolak menyelesaikan konflik secara damai.
Pernyataan Putin pada Sabtu kemarin, seperti dilaporkan kantor berita negara TASS dan dikutip Antara, disampaikan menyusul serangan besar-besaran Rusia menggunakan drone dan rudal. Menanggapi serangan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia justru menunjukkan keinginannya untuk melanjutkan perang, sementara Kyiv menginginkan perdamaian.
Zelensky dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Florida pada Minggu, 28 Desember 2025, untuk mencari jalan keluar dari perang yang dimulai hampir empat tahun lalu sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh terhadap negara tetangganya yang lebih kecil itu.
Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pernyataan Putin tersebut.
Menurut Kremlin, para komandan militer Rusia melaporkan kepada Putin dalam kunjungan inspeksi bahwa pasukan Moskow telah merebut kota Myrnohrad, Rodynske, dan Artemivka di wilayah timur Donetsk, serta Huliaipole dan Stepnohirsk di wilayah Zaporizhzhia.
Namun, militer Ukraina membantah klaim Rusia terkait Huliaipole dan Myrnohrad. Markas Besar Angkatan Bersenjata Ukraina menyebut pernyataan Rusia sebagai tidak benar. Dalam unggahan di media sosial, pihak Ukraina mengatakan situasi di kedua lokasi tersebut masih “sulit”, tetapi operasi pertahanan oleh pasukan Ukraina masih berlangsung.
Komando Selatan Angkatan Bersenjata Ukraina juga menyatakan melalui Telegram bahwa “pertempuran sengit” masih terjadi di Huliaipole. “Namun, sebagian besar wilayah Huliaipole masih dikuasai oleh Pasukan Pertahanan Ukraina,” kata pernyataan itu.
Verifikasi klaim di medan perang tetap sulit dilakukan karena akses bagi media dibatasi di kedua pihak, informasi dikontrol ketat, dan garis depan berubah dengan cepat. Pelaporan media umumnya bergantung pada citra satelit dan rekaman bergeolokasi yang kerap bersifat parsial atau tertunda.
Baca juga: Trump Tegaskan Tak Ada Kesepakatan Rusia-Ukraina Tanpa Persetujuan AS