Pasukan Israel ditarik dari wilayah Qalandia, Yerusalem Timur. Foto: Anadolu
Israel Tarik Pasukan dari Kamp Pengungsi Qalandia, 51 Warga Palestina Terluka
Muhammad Reyhansyah • 7 August 2026 11:32
Qalandia: Pasukan Israel menarik diri dari Kamp Pengungsi Qalandia di utara Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis, 6 Agustus 2026, setelah operasi militer selama hampir dua hari yang menyebabkan 51 warga Palestina terluka.
Pemerintahan Yerusalem menyatakan pasukan Israel mundur setelah melakukan penggerebekan, penggeledahan, dan penahanan dalam operasi yang dimulai sejak Rabu dini hari.
“Sejumlah rumah dan bangunan di kamp pengungsi sempat diambil alih dan dijadikan lokasi penahanan serta interogasi lapangan,” kata pemerintah tersebut, dikutip dari Anadolu, Jumat, 7 Agustus 2026.
Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melaporkan jumlah warga Palestina yang terluka selama operasi mencapai 51 orang.
Sementara itu, Perhimpunan Tahanan Palestina sebelumnya menyatakan lebih dari 60 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, ditahan atau menjalani interogasi lapangan oleh pasukan Israel.
Operasi tersebut juga menyasar kota Kafr Aqab di dekat Qalandia dengan melibatkan puluhan kendaraan militer, buldoser, dan pesawat nirawak.
Militer Israel menyatakan operasi itu menargetkan kelompok bersenjata, infrastruktur yang disebut bermusuhan, serta aktivitas kepemilikan dan perdagangan senjata.
Di lokasi lain di utara Yerusalem Timur, otoritas Israel mengeluarkan perintah militer untuk membersihkan vegetasi dan mencabut pohon zaitun di lahan milik warga Palestina seluas sekitar 2,5 dunam (sekitar 0,25 hektare) di Kota Jaba guna memperluas Jalan 437 yang menghubungkan permukiman Israel.
Sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023, intensitas operasi militer Israel di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, meningkat. Menurut data resmi Palestina, lebih dari 1.182 warga Palestina tewas, sekitar 13.000 orang terluka, dan hampir 24.000 lainnya ditangkap dalam periode tersebut.