Mataram: Komandan Kapal Angkatan Laut (KAL) Lembar Lanal Mataram, Lettu Kasirun, mengungkapkan proses evakuasi terhadap 18 penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin yang mengalami musibah kebakaran di Perairan Selat Lombok. Seluruh korban berhasil diamankan setelah terlihat terapung-apung di atas pelampung penolong.
"Korban dari KMP Putri Yasmin berjumlah 18 orang, dengan rincian 12 laki-laki dan 6 perempuan, semuanya berhasil dievakuasi dengan selamat," ujar Lettu Kasirun saat dihubungi Metro TV, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia memaparkan, awal mula pertolongan terjadi ketika awak KAL Lembar mendapati sekelompok orang mengapung di atas pelampung penolong (levrat) di tengah laut. Tim segera mendekati lokasi dan memberikan bantuan darurat.
"Saat proses pencarian, kami melihat ada pelampung yang mengapung, kemudian kami mendekat. Kami mendapati dua orang remaja di sana, langsung kami tolong. Kami melakukan pertolongan dengan cara melontarkan tali tambang, lalu kami tarik dan ikatkan di bagian buritan kapal. Ternyata setelah kami tarik, jumlah korban lebih dari dua orang," katanya.
Seluruh korban yang berhasil ditolong kemudian ditempatkan di atas geladak KAL Lembar. Kondisi fisik para penumpang mayoritas mengalami kelelahan berat dan sebagian mengeluhkan sakit sehingga memerlukan obat-obatan.
"Untuk keadaan korban, semuanya dalam kondisi lemas dan beberapa di antaranya meminta bantuan obat. Mereka kami tempatkan di geladak bagian buritan dan lorong kapal. Karena lorong tidak cukup menampung, kami kumpulkan semuanya di buritan," jelas perwira TNI AL tersebut.
Komandan KAL Lembar menyebutkan, rencana selanjutnya adalah membawa seluruh korban menuju Dermaga Lembar sebagai lokasi tujuan akhir evakuasi.
"Rencananya akan kami bawa ke Dermaga Lembar karena tujuan kapal memang di Lembar," pungkas Lettu Kasirun.

Evakuasi penumpang insiden KMP Putri Yasmin yang mengalami kebakaran hebat saat melintas di Perairan Sekotong, Selat Lombok, pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026. Basarnas
Sebelumnya, peristiwa kebakaran hebat melanda KMP Putri Yasmin pada Rabu pagi, 12 Agustus 2026, saat kapal berlayar dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Laporan masuk ke Kantor SAR Mataram pada pukul 04.39 Wita, dan tim segera dikerahkan menuju titik lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan.
"Kami telah mengirimkan KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi untuk melaksanakan evakuasi serta menjalin koordinasi dengan kapal-kapal lain yang melintas di sekitar area kejadian," kata Muhamad Hariyadi.
Operasi pencarian dan pertolongan turut melibatkan KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud, dan Syahbandar Pelabuhan Lembar. Kantor SAR Denpasar juga menerjunkan KN SAR Arjuna serta helikopter dari SGi Air Bali guna memperluas jangkauan pencarian dari udara.
Berdasarkan data manifes yang dihimpun, KMP Putri Yasmin mengangkut 114 penumpang dan 17 awak kapal pada saat kejadian berlangsung.