Triwulan II Tumbuh 5,29%, Airlangga: Ekonomi Indonesia di Atas Rata-rata Global

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok Kemenko Perekonomian.

Triwulan II Tumbuh 5,29%, Airlangga: Ekonomi Indonesia di Atas Rata-rata Global

Husen Miftahudin • 6 August 2026 10:04

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap mampu tumbuh di atas rata-rata global, meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik internasional.

Menurut Airlangga, konflik Rusia-Ukraina, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, perang dagang, serta disrupsi teknologi masih menjadi faktor yang membayangi perekonomian dunia.

"Di tengah kondisi seperti itu, walaupun berbagai lembaga melihat pertumbuhan ekonomi global hanya tumbuh rata-rata di atas tiga persen, Indonesia masih mampu tumbuh pada triwulan II sebesar 5,29 persen," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.

Airlangga mengatakan capaian tersebut memperpanjang tren pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas lima persen selama tujuh tahun berturut-turut.

Ia menilai kinerja ekonomi nasional juga termasuk yang terbaik di kawasan Asia Tenggara, meski masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi Thailand dan Vietnam.
 

 

Bali, Nusa Tenggara, dan Jawa jadi motor pertumbuhan


Berdasarkan wilayah, pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara yang mencapai 6,1 persen, melampaui rata-rata nasional.

Menurut Airlangga, capaian tersebut mencerminkan pemulihan sektor pariwisata yang semakin memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Sementara itu, Pulau Jawa mencatat pertumbuhan 5,65 persen dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 56,4 persen.

Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas industri dan rantai pasok masih menjadi penggerak utama perekonomian nasional.

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan tumbuh 4,52 persen pada triwulan II 2026. Sektor jasa akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 10,6 persen.

Kinerja tersebut didukung meningkatnya aktivitas pariwisata, industri perhotelan, perjalanan, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sisi lain, sektor konstruksi tumbuh 6,68 persen, didorong pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Belanja modal bakal terus meningkat


Airlangga memperkirakan sektor konstruksi masih akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026.

"Sektor konstruksi juga akan menjadi pendorong pada kuartal dan semester kedua. Selain itu, terjadi percepatan belanja modal, terutama di kawasan industri serta pembangunan sejumlah sektor unggulan pemerintah, termasuk pengembangan Koperasi Merah Putih," ungkap Airlangga.

Ia menilai percepatan investasi dan pembangunan berbagai proyek strategis akan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun.

(Husen Miftahudin)