Jerome Kerviel. Foto: courrier-picard.fr
Kisah Jerome Kerviel, dari Trader Sukses hingga Dijuluki Termiskin di Dunia
Husen Miftahudin • 2 May 2026 13:30
Jakarta: Tidak semua orang tahu, ada trader yang mengalami keterpurukan finansial ekstrem. Salah satunya adalah Jérôme Kerviel yang telah terlibat skandal finansial besar hingga menjadi orang termiskin di dunia.
Melansir dari laman World Finance, sebagian orang menganggap Jerome Kerviel sebagai 'Robin Hood'-nya Prancis. Ia memanfaatkan basis penggemarnya untuk dijadikan senjata melawan tirani keuangan.
Mengenal Jerome Kerviel
Kerviel merupakan anak dari seorang penata rambut (ibunya) dan tukang pandai besi (ayahnya) yang dilahirkan di Kota Britanny, Prancis. Ia lulus dengan gelar S2 Keuangan di Universitas de Lyon dalam spesialis organisasi dan kontrol pasar.
Universitas De Lyon dikenal sebagai kampus yang melahirkan trader hebat pada middle office dan back office. Maka tidak heran, Kerviel dapat dengan mudah masuk perusahaan Société Générale (SG) bidang finansial terbesar di Eropa.
Karier Kerviel
Awalnya, Kerviel yang merupakan trader pemula ini diberikan tugas seperti pada umumnya yaitu memasuki perdagangan orang lain. Akan tetapi, ia mendapati seluk beluk sistem perusahaan, terutama pada manipulasi data.
Saat itu Kerviel tidak berpikir langsung untuk menipu, melainkan bermain politik amatir yang berujung kalah jadi anggota dewan. Sehingga, ia memutuskan untuk lebih fokus pada bidang pekerjaan trader hingga 18 jam sehari.
Hasilnya, trader pemula ini banyak memenangkan perdagangan hingga masuk ke pasar Delta One. Bahkan, mendapatkan keuntungan 500 ribu euro ketika melawan perusahaan asuransi Jerman, Allianz.
Kecurangan besar
Semenjak saat itu, ambisinya semakin menjadi-jadi dengan membobol sistem keamanan bank dan bertaruh besar-besaran. Agar tidak tertangkap, ia menggunakan metode virus bermutasi yaitu setiap transaksi hanya berlangsung beberapa jam sebelum pasar otomatis ditutup.
Dari sanalah Kerviel meraup profit banyak untuk SG. Lalu, dia dianggap sebagai anak emas perusahaan karena telah menjadi mesin pencetak uang dengan tepat.
Ambisius membuat trader ini tidak berhenti untuk melakukan perdagangan di tengah kondisi ekonomi sedang mengalami krisis. Karviel bertaruh pada pemulihan sejumlah 28 miliar euro, dalam beberapa bulan prediksinya tepat dengan keuntungan 1,4 miliar euro.
| Baca juga: Masyarakat Diimbau Waspada Penipuan dengan Suara Tiruan AI |

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Kehancuran karier
Awal kehancuran Kerviel terjadi saat ia melancarkan aksinya untuk bertransaksi ilegal sejumlah 50 miliar euro ke perdagangan. Sayangnya, upayanya gagal dan justru membuat SG mengalami kerugian hingga 4,9 miliar euro.
SG akhirnya menerbitkan saham darurat, namun itu tidak menolong hingga CEO pun mengundurkan diri. Karier Karviel yang gemilang hancur secara tiba-tiba, akibat kerugian yang datang dalam tiga hari.
Bukan hanya berdampak pada perusahaan, pasar perdagangan Eropa juga mengalami kerugian akibat rusaknya ekosistem perdagangan. Sehingga, SG menuntut Kerviel meminta pertanggung jawaban atas kerugian yang dialami dan perusahaan memenangkan sidang tersebut.
Sementara itu, Kerviel tetap bersikeras untuk menganggap dirinya sebagai korban akibat sistem keuangan yang rusak di Eropa. Ia mengakui dalam persidangan telah melampaui batas dengan memalsukan dokumen dengan memasukkan data palsu ke komputer yang telah diketahui seluruh atasan.
Artinya para manajer mengetahui persis perbuatan tersebut dan membiarkan 74 alarm aktivitas perdagangan mencurigakan. Namun, hakim tidak percaya lalu menjatuhi hukuman lima tahun penjara (dua tahun uji coba) dan denda 4,9 miliar euro untuk dikembalikan ke SG.
Setelah dijatuhi hukuman, trader itu berangkat untuk melakukan perjalanan spiritual bertemu Paus karena mengalami depresi berat. Selesai berjumpa, ia memutuskan untuk pulang berjalan kaki sejauh 1.400 km.
Disela perjalanan pulang, hakim memberi kabar ia tidak perlu membayar denda tersebut yang disambut baik oleh masyarakat. Pada akhirnya, mantan trader pemula menyerahkan dirinya ke pihak berwenang setempat untuk menjalani hukumannya di penjara. (Adrian Bachtiar)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com