Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Klaim AS Akan Segera Ambil Alih Kuba, Isyaratkan Penggunaan Militer
Willy Haryono • 2 May 2026 08:36
Florida: Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial pada Jumat, 1 Mei 2026, dengan mengatakan bahwa AS akan "segera" mengambil alih Kuba, sambil mengisyaratkan kemungkinan penggunaan tekanan militer terhadap negara pulau tersebut.
Berbicara dalam sebuah acara di Florida, Trump menyebut Kuba sebagai target berikutnya setelah konflik AS-Israel melawan Iran.
“Kuba, yang akan segera kami ambil alih,” kata Trump, dikutip dari media Anadolu, Sabtu, 2 Mei 2026.
Trump juga menyatakan bahwa kapal induk AS dapat dikerahkan di dekat wilayah Kuba sebagai bentuk tekanan strategis. “Dalam perjalanan pulang dari Iran, mungkin USS Abraham Lincoln akan berhenti sekitar 100 yard dari lepas pantai,” ujarnya.
Ia menggambarkan bahwa kehadiran militer AS saja dapat memaksa Kuba menyerah tanpa perlawanan besar.
Pernyataan tersebut mempertegas retorika agresif Trump terhadap Havana, meski belum ada rincian resmi mengenai langkah kebijakan militer konkret.
Di hari yang sama, Trump menandatangani perintah eksekutif baru yang memperluas sanksi terhadap individu dan entitas yang terkait dengan pemerintah Kuba.
Kantor berita Reuters melaporkan langkah ini ditujukan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Havana, khususnya terhadap sektor-sektor yang dianggap mendukung aparat keamanan Kuba.
Trump berulang kali menyebut Kuba sebagai prioritas geopolitik berikutnya, sejalan dengan kebijakan tekanan maksimum pemerintahannya di kawasan Amerika Latin.
Meski demikian, belum ada indikasi resmi dari Pentagon mengenai persiapan invasi atau operasi militer langsung terhadap Kuba. Sebelumnya, pejabat militer AS juga menyatakan tidak ada persiapan invasi aktif ke negara tersebut.
Baca juga: Kuba Konfirmasi Pembicaraan dengan AS, Desak Penghentian Blokade Energi