Dampak kerusakan akibat gempa M7,7 Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Antara)
BNPB: 54 Rumah Rusak Berat Imbas Gempa M 7,7 NTT
Lukman Diah Sari • 15 August 2026 13:29
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat puluhan rumah dan fasilitas publik mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kabupaten Manggarai dilaporkan menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak kerusakan paling signifikan.
"Sementara tercatat 54 unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak sedang, dan 11 unit rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, dalam siaran pers resmi, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Berton memerinci, di Kabupaten Manggarai tercatat 29 unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak sedang, dan sembilan unit rumah rusak ringan. Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan di daerah tersebut turut mengalami kerusakan.
"Sementara di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 23 unit rumah rusak berat," sebut dia.
"Kondisi terkini di wilayah tersebut, arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan dan aliran listrik masih padam," jelasnya.
Sebelumnya, gempa utama bermagnitudo 7,7 berpusat di laut pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer, atau sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, hingga Kota Bima. Gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.
.jpg)
Ruas Jalan Rusak Akibat Gempa Flores, Sabtu (15/8). Tangkapan Layar Video
Gempa utama sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, berdasarkan hasil observasi tinggi muka air laut di wilayah terdampak, tidak terdapat kenaikan signifikan yang membahayakan. BMKG secara resmi menyatakan bahwa peringatan dini tsunami telah berakhir pada pukul 07.31 WIB.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa karena masih terdapat potensi bahaya gempa susulan.
BNPB bersama BPBD dan unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta pemutakhiran data dampak gempa. Seluruh informasi resmi mengenai perkembangan situasi dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi pemerintah dan BMKG.