Ilustrasi. Foto: LippoLand.
Pasar Hunian Vertikal Bergeser, Konsep Kawasan Terintegrasi Jadi Andalan
Ade Hapsari Lestarini • 18 August 2026 18:13
Jakarta: Permintaan terhadap hunian di kawasan perkotaan terus berkembang seiring perubahan kebutuhan masyarakat. Hunian tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat tinggal, tetapi juga semakin terhubung dengan akses pekerjaan, pendidikan, kesehatan, ruang komersial, hingga fasilitas komunitas.
Tren tersebut menjadi salah satu pertimbangan LippoLand dalam melanjutkan pengembangan hunian vertikal di Lippo Village. Setelah UX Tower di URBN X terjual habis, perusahaan menghadirkan RX Tower sebagai bagian dari pengembangan Urban Quarter di kawasan Lippo Village CBD.
CEO LippoLand, David Iman Santosa, mengatakan respons pasar terhadap UX Tower menunjukkan adanya kebutuhan terhadap hunian yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas penunjang aktivitas masyarakat.
"Melalui RX Tower, kami melanjutkan konsep tersebut dengan menghadirkan lingkungan yang menghubungkan hunian dengan berbagai kebutuhan masyarakat urban, mulai dari bekerja, belajar, menjaga kesehatan hingga membangun komunitas," ujar David, dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut dia, pengembangan kawasan tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan unit hunian, tetapi juga menciptakan ekosistem yang dapat memberikan nilai tambah bagi penghuni dan lingkungan di sekitarnya.
Perkuat ekosistem kawasan
RX Tower merupakan bagian dari Urban Quarter at Lippo Village yang mengintegrasikan empat elemen utama, yakni Knowledge, Health, Community, dan Living. Ekosistem tersebut mencakup fasilitas pendidikan dan medical and life sciences, seperti Universitas Pelita Harapan (UPH), UPH Medical, serta Mochtar Riady Institute of Nano-Technology (MRIN). Di sektor kesehatan, kawasan terhubung dengan Siloam Hospitals, sedangkan fasilitas komersial dan ruang publik seperti Community Plaza dan Citywalk Elvee mendukung aktivitas masyarakat.
Integrasi berbagai fungsi tersebut menjadi strategi pengembangan kawasan untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial penghuninya. Konsep tersebut diterapkan melalui URBN X yang menggabungkan ruang privat dan ruang komunal. RX Tower menawarkan sejumlah pilihan unit, sementara fasilitas kawasan disiapkan untuk menunjang aktivitas penghuni di luar tempat tinggal.
Fasilitas yang tersedia antara lain X-LAB sebagai ruang kolaborasi, X-Work sebagai co-working space, serta X-ercise untuk aktivitas kebugaran. URBN X juga memiliki URBN Park yang dilengkapi sejumlah fasilitas rekreasi dan ruang terbuka.
Selain kelengkapan fasilitas, konektivitas menjadi bagian penting dalam pengembangan Urban Quarter. Sky Bridge menghubungkan URBN X dengan sejumlah fasilitas di kawasan melalui akses pejalan kaki, termasuk UPH, MRIN, Siloam Hospitals, dan Citywalk Elvee.

Konsumen merespons UX Tower yang menunjukkan kebutuhan terhadap hunian yang terintegrasi. Foto: dok LippoLand.
Kawasan tersebut juga memiliki rencana pengembangan konektivitas transportasi melalui Future MRT Line Phase 3 Cikarang-Balaraja. Rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan jangka panjang kawasan untuk memperkuat aksesibilitas dan mobilitas.
Dengan konsep tersebut, pengembangan hunian diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga meningkatkan kemudahan akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas dalam satu kawasan.
RX Tower memiliki enam konfigurasi unit, yakni Mono, Standard+, Duo A, Duo B, Duo+, dan Corner. Tipe Mono memiliki luas sekitar 28,4 meter persegi, Standard+ 29,5 meter persegi, Duo A 37,2 meter persegi, Duo B 39,5 meter persegi, dan Duo+ 40,8 meter persegi. Sementara itu, tipe Corner memiliki konfigurasi empat ruang dan 3,5 kamar mandi. Harga tipe Mono dimulai dari Rp432 juta dengan sejumlah pilihan skema pembayaran.
Beragam pilihan tersebut menunjukkan upaya pengembang menyasar kebutuhan penghuni yang lebih beragam, mulai dari individu dan pasangan muda hingga keluarga yang membutuhkan ruang lebih fleksibel.
Strategi pengembangan kawasan
Pengembangan RX Tower menjadi bagian dari strategi LippoLand dalam memperluas Urban Quarter sebagai kawasan dengan fungsi yang saling terhubung. Di sisi lain, pengembangan tersebut juga diarahkan menuju visi Lippo AI Village yang mengusung ekosistem urban yang semakin terkoneksi, adaptif, dan berbasis teknologi.
David mengatakan pengembangan kawasan ke depan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.
"Kami melihat RX Tower sebagai bagian dari perjalanan yang lebih besar. Masa depan properti bukan hanya tentang membangun tempat tinggal, tetapi menciptakan lingkungan yang memungkinkan masyarakat hidup lebih baik, lebih terkoneksi, dan lebih siap menghadapi masa depan," ujar dia.
Kehadiran RX Tower sekaligus menunjukkan strategi pengembangan properti yang mengedepankan integrasi antara hunian, fasilitas publik, komersial, pendidikan, kesehatan, dan komunitas. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya LippoLand memperkuat nilai kawasan di tengah perubahan kebutuhan pasar properti urban.