Pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah. (Istimewa)
BNPT dan Lintas Sektor Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren di Jepara
Deny Irwanto • 12 August 2026 22:57
Jepara: Penguatan keterampilan dan kemandirian ekonomi menjadi salah satu pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi sejumlah pihak untuk membekali santri dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan di masa depan.
Kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari sejak 10 Agustus 2026 itu melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Anti Teror Polri, Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta sejumlah pelaku usaha.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) pada Desember 2024. Pondok Pesantren Al Muttaqin disebut sebagai salah satu pesantren yang memiliki keterkaitan dengan eks-JI.
"Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari deklarasi eks Jamaah Islamiyah (JI) di Solo Desember 2024 yang lalu," kata Eddy saat membuka kegiatan di Jepara, Rabu, 12 Agustus 2026.
"Prinsipnya adalah pemerintah dan masyarakat berkolaborasi, dari sisi pemerintah ada BNPT ada Densus 88, Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah untuk turut memberikan support. Harapannya ke depan kita menciptakan ekosistem ekonomi di pesantren sehingga anak (para santri) punya bekal ke depannya dan terhindar dari ajaran intoleransi, radikalisme dan terorisme," jelasnya.
Pendekatan tersebut menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari proses membangun ketahanan masyarakat. Santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diperkenalkan pada sejumlah keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Kolaborasi Berkelanjutan
Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Jawa Tengah Densus 88 AT Polri Kombes Chairul Anam mengatakan kolaborasi lintas instansi akan terus dilakukan agar program pemberdayaan dapat berlangsung secara berkelanjutan."Kami dari pemerintah baik itu BNPT dan Densus 88 sepakat pasca pembubaran eks JI kami akan selalu bersama-sama memajukan bangsa dengan budaya dan kearifan lokal serta kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkelanjutan," ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing pihak memberikan dukungan sesuai dengan bidang yang dimiliki. Kementerian Pertanian, misalnya, memberikan dukungan berupa 3,2 ton bibit padi, dua unit pompa air, dan dua unit hand tractor.
Dukungan di bidang keterampilan dan usaha juga diberikan melalui sejumlah sarana. PT Restu Agropro Jayamas menyediakan 20 kilogram bibit jagung beserta alat tanam, sementara PT Astra International memberikan empat set alat servis pendingin udara.
.jpeg)
Pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah. (Istimewa)
Sementara itu, YBM PLN mendukung pembangunan unit barbershop lengkap dan PT Panasonic Gobel memberikan dua unit pendingin udara.
Densus 88 AT Polri turut memberikan sejumlah sarana pendukung berupa satu unit kulkas showcase, dua unit laptop, dua unit proyektor, satu unit pendingin udara, serta bibit tanaman Kaliandra dan Indigofera.
Berbagai dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sarana, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan pesantren.
Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, pemberdayaan pesantren diarahkan untuk membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi bagi para santri.
Upaya itu juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan sosial melalui kegiatan yang produktif, pendidikan keterampilan, dan pengembangan potensi masyarakat di lingkungan pesantren.