Kepala BNPT Eddy Hartono. ANTARA/HO-BNPT RI
BNPT Sebut Ormas Keagamaan sebagai Mitra Pemerintah Melawan Radikalisme
Achmad Zulfikar Fazli • 4 August 2026 14:29
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri menanggulangi terorisme. Organisasi masyarakat (ormas) keagamaan dinilai sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial dan membangun kesadaran masyarakat terhadap radikalisme.
"Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat," kata Kepala BNPT Eddy Hartono saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.
Eddy menjelaskan strategi pencegahan terorisme yang dijalankan BNPT bertumpu pada tiga pilar utama. Yakni, kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi.
Bangun Kolaborasi Hadapi Propaganda Ekstremisme
Menurut dia, semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin kuat daya tahan masyarakat menghadapi penyebaran ideologi kekerasan dan propaganda ekstremisme.
Eddy mengatakan BNPT bertugas merumuskan, mengoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan program strategi penanggulangan terorisme. Dia berharap ormas keagamaan, salah satunya Mathla’ul Anwar, bisa berkolaborasi dalam mengedukasi masyarakat.
BNPT juga telah memperkuat kolaborasi dengan organisasi Islam Mathla'ul Anwar dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham radikal terorisme pada pertemuan di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 21 Juli 2026. Sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi, literasi, dan penguatan nilai kebangsaan hingga ke tingkat akar rumput.
%20saat%20menerima%20audiensi%20Ketua%20Umum%20Pengurus%20Besar%20Mathla'ul%20Anwar%20Kiai%20Haji%20Jazuli%20Juwaini%20(kelima%20kanan)%20di%20Bogor%2C%20Jawa%20Barat%2C%20Selasa%20(21_7_2026)_%20ANTARA_HO-BNPT%20RI.jpg)
Kepala BNPT Eddy Hartono (kelima kiri) saat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar Kiai Haji Jazuli Juwaini (kelima kanan) di Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-BNPT RI
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar Kiai Haji Jazuli Juwaini menyambut baik sinergi tersebut. Dia menegaskan menjaga Indonesia dari ancaman terorisme merupakan tanggung jawab bersama.
"Kami sangat berharap bahwa persoalan-persoalan bangsa termasuk di dalamnya terorisme yang tentu yang tidak bisa diselesaikan oleh sekelompok institusi dapat kita kolaborasikan. Kami sebagai organisasi Islam juga punya tanggung jawab kebangsaan," kata Jazuli.
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, Mathla'ul Anwar berkomitmen mendukung implementasi Program Desa Siapsiaga BNPT, khususnya di Provinsi Banten, yang memiliki nilai historis sebagai daerah kelahiran organisasi tersebut.
Kolaborasi BNPT dan Mathla'ul Anwar diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, memperkuat literasi terhadap bahaya radikalisme, serta membangun daya tangkal publik. Sehingga, masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi ekstremisme berbasis kekerasan.