Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Operasional MBG Selama Lebaran Libur Sementara, Mulai Kembali 31 Maret
M. Iqbal Al Machmudi • 19 March 2026 10:14
Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan mekanisme penyesuaian operasional Makan Bergizi (MBG) selama periode Hari Raya Idulfitri 2026. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kalender kegiatan pendidikan dan kebutuhan penerima manfaat.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa penyaluran MBG untuk kelompok peserta didik dilakukan hingga pertengahan Maret, seiring dengan berakhirnya kegiatan belajar sebelum libur Lebaran. Sementara itu, untuk kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, penyaluran dilakukan hingga 17 Maret 2026.
"Penyesuaian ini dilakukan agar distribusi tetap tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan, khususnya mengikuti jadwal libur nasional dan aktivitas penerima manfaat," kata Dadan dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 19 Maret 2026.
Selama periode libur Lebaran, operasional MBG akan dihentikan sementara. Dijadwalkan, MBG kembali berjalan secara normal setelah masa libur berakhir.
Selain itu, BGN telah memberikan surat edaran (SE) kepada seluruh pelaksana di daerah. SE dikeluarkan untuk memastikan proses penyaluran sebelum masa libur berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Dadan menegaskan bahwa seluruh mitra pelaksana tetap wajib menjalankan distribusi sesuai SE yang telah ditetapkan. Termasuk dalam momentum menjelang hari raya.
“Setiap bentuk ketidaksesuaian dalam pelaksanaan akan tetap ditindak sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Dadan.
.jpg)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok. BGN.
BGN juga memastikan bahwa sistem pengaduan masyarakat tetap beroperasi selama 24 jam, sehingga masyarakat dapat menyampaikan laporan apabila menemukan kendala dalam pelaksanaan program.
Program MBG dijadwalkan kembali aktif pada 31 Maret 2026, seiring dengan dimulainya kembali aktivitas normal di berbagai wilayah.
Dengan pengaturan ini, BGN menegaskan komitmennya untuk menjaga kesinambungan layanan sekaligus memastikan program tetap berjalan efektif, tertib, dan tepat sasaran di seluruh Indonesia.