Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Zelensky Klaim Rusia Akan Kerahkan 30.000 Tentara Korea Utara ke Ukraina
Willy Haryono • 26 July 2026 16:16
Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim Rusia berencana mendatangkan sekitar 30.000 tentara Korea Utara untuk terlibat dalam perang yang masih berlangsung di Ukraina.
Dalam pidato video yang disampaikan pada Sabtu kemarin, Zelensky mengatakan pemerintah Ukraina memperoleh laporan intelijen yang menunjukkan Moskow tengah mempersiapkan perluasan mobilisasi militer menjelang musim gugur.
"Kami juga melihat kerja sama Rusia dengan Korea Utara. Rusia ingin mendapatkan tambahan 30.000 tentara dari Korea Utara," kata Zelensky, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 26 Juli 2026.
Ia juga mengklaim Rusia telah mempersiapkan wilayah Voronezh, yang berbatasan dengan Ukraina, sejak bulan lalu untuk menerima kedatangan pasukan Korea Utara.
Selain itu, Zelensky menuduh Pyongyang tengah bersiap mengirim peluncur rudal balistik baru ke Rusia sebagai bagian dari kerja sama militer kedua negara.
Menurut Zelensky, kerja sama tersebut tidak hanya menjadi ancaman bagi Ukraina, tetapi juga bagi kawasan Asia.
"Rusia membantu Korea Utara mempelajari perang, meningkatkan kemampuan persenjataannya, dan memberikan pengalaman penggunaan senjata dalam kondisi perang yang sebenarnya. Ini merupakan ancaman bagi semua negara di Asia yang berada dalam jangkauan rudal Korea Utara," ujarnya.
Ia menegaskan Ukraina akan mengambil langkah untuk menghadapi ancaman tersebut.
Rusia dan Korea Utara mempererat hubungan politik serta militer sejak menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif pada Juni 2024. Perjanjian itu mencakup ketentuan mengenai bantuan timbal balik di antara kedua negara.
Pada April 2025, Rusia mengonfirmasi bahwa pasukan Korea Utara ikut terlibat dalam operasi merebut kembali wilayah Kursk yang sebelumnya dikuasai Ukraina setelah serangan lintas perbatasan yang dilancarkan Kyiv pada Agustus 2024.
Hingga kini, pemerintah Rusia maupun Korea Utara belum memberikan tanggapan resmi atas klaim yang disampaikan Zelensky tersebut.
Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Pasukan Korea Utara Ikut Parade Hari Kemenangan Rusia