Saham SpaceX dan Tesla Ambruk, Kekayaan Elon Musk 'Lenyap' USD700 Miliar

Pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk. Foto: Getty images via Business Insider.

Saham SpaceX dan Tesla Ambruk, Kekayaan Elon Musk 'Lenyap' USD700 Miliar

Husen Miftahudin • 25 July 2026 10:19

New York: Kekayaan pendiri SpaceX dan Tesla, Elon Musk, menyusut tajam di atas kertas setelah saham SpaceX dan Tesla mengalami koreksi dalam beberapa pekan terakhir. Pelemahan harga saham tersebut memangkas nilai aset Musk sebagai pemegang saham terbesar di kedua perusahaan.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 25 Juli 2026, saham SpaceX (SPCX) telah kehilangan hampir separuh nilainya dari puncak perdagangan dalam waktu sekitar lima pekan setelah melantai di bursa.

Space Exploration Technologies melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) senilai USD75 miliar pada 12 Juni 2026. Sahamnya sempat melonjak dari harga IPO USD135 menjadi rekor tertinggi USD225,64 pada 16 Juni. 

Namun, hingga penutupan perdagangan Jumat, harga saham turun menjadi USD112,96 atau merosot 16 persen dari harga IPO dan sekitar 50 persen dari level tertingginya.

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersih Elon Musk turun dari sekitar USD1,45 triliun pada 16 Juni menjadi sekitar USD738 miliar pada penutupan perdagangan 23 Juli 2026. Dengan demikian, nilai kekayaan Musk di atas kertas berkurang sekitar USD650 miliar hingga USD700 miliar dalam kurun sekitar lima pekan.

Meski nilai kepemilikannya menyusut, Musk masih mempertahankan kendali atas SpaceX. Dokumen Formulir 4 yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada 17 Juni menunjukkan Musk menguasai sekitar 42 persen kepemilikan ekonomi perusahaan, tetapi memiliki sekitar 82 persen hak suara melalui struktur saham dengan dua kelas.

Kondisi tersebut membuat Musk tetap memegang kendali operasional, sementara fluktuasi harga saham lebih banyak memengaruhi nilai investasi pemegang saham publik.
 

 

Short seller raup keuntungan


Di tengah penurunan harga saham, pelaku short selling memperoleh keuntungan besar. Analisis Investing.com menunjukkan para short seller membukukan keuntungan di atas kertas sekitar USD15,5 miliar. Posisi jual juga meningkat hingga sekitar sepertiga dari total saham yang beredar di publik.

Sebelumnya, Musk sempat memperingatkan para short seller melalui platform X dengan menyatakan peluang mereka untuk bertahan "sangat rendah" dalam jangka panjang. Namun, tekanan jual justru terus meningkat setelah pernyataan tersebut.

Tekanan terhadap kekayaan Musk dipicu oleh dua sentimen utama. Pertama, pembatalan peluncuran Starship pada 16 Juli akibat kegagalan mesin yang menyebabkan saham SpaceX turun lebih dari 4 persen pada perdagangan setelah penutupan pasar (after-hours). Menurut Forbes, peristiwa tersebut memangkas kekayaan Musk lebih dari USD45 miliar di atas kertas.

Kedua, laporan keuangan Tesla kuartal II yang berada di bawah ekspektasi pasar. Laba per saham (earnings per share/EPS) non-GAAP tercatat sebesar USD0,33, lebih rendah dari konsensus analis sebesar USD0,50.

Pendapatan operasional Tesla turun 56,88 persen secara tahunan menjadi USD398 juta dengan margin operasional 1,4 persen. Arus kas bebas juga berbalik negatif menjadi USD1,09 miliar setelah belanja modal (capital expenditure/CapEx) melonjak 141,81 persen menjadi USD5,79 miliar.

Kondisi tersebut membuat saham Tesla anjlok 14,52 persen dalam sehari, sekaligus menjadi penurunan harian terbesar sejak 5 Juni 2025. Koreksi tersebut diperkirakan mengurangi kekayaan Musk sekitar USD18,6 miliar.


(Logo Tesla dan SpaceX. Foto: Morningstar.com)
 

Spekulasi merger SpaceX-Tesla


Di tengah tekanan tersebut, Musk masih menjadi orang terkaya di dunia. Berdasarkan data Forbes per 23 Juli 2026, kekayaannya masih berada jauh di atas Larry Page maupun Jeff Bezos.

Musk juga memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan penggabungan bisnis Tesla dan SpaceX. Dalam paparan kinerja kuartal II Tesla, ia menyinggung semakin besarnya sinergi antara kedua perusahaan, termasuk integrasi Starlink pada Cybertruck dan pengembangan TeraFab. Meski demikian, Musk menegaskan rencana tersebut tetap memerlukan proses yang sesuai.

Dalam waktu dekat, investor akan mencermati sejumlah agenda penting, termasuk laporan keuangan perdana SpaceX sebagai perusahaan publik pada 4 Agustus, berakhirnya masa lock-up saham pada 6 Agustus, serta jadwal peluncuran uji coba Starship berikutnya yang masih menunggu kepastian.

(Husen Miftahudin)