Pemilu Hongaria Dimulai, Orban Hadapi Oposisi Terberat dalam 16 Tahun

Proses pemungutan suara dalam pemilu Hongaria pada Minggu, 12 April 2026. (Anadolu Agency)

Pemilu Hongaria Dimulai, Orban Hadapi Oposisi Terberat dalam 16 Tahun

Willy Haryono • 12 April 2026 18:48

Budapest: Pemilu Hongaria resmi dimulai pada Minggu, 12 April 2026, dalam kontestasi yang dinilai paling menentukan dalam beberapa dekade terakhir di negara tersebut.

Perdana Menteri Viktor Orban, yang telah berkuasa selama 16 tahun, menghadapi tantangan serius dari pemimpin oposisi Peter Magyar dalam pemilu yang dipandang sebagai referendum atas kepemimpinannya.

Dikutip dari Euronews, tempat pemungutan suara dibuka sejak pukul 06.00 pagi, di tengah perhatian luas dari Eropa, Amerika Serikat, hingga Rusia, mengingat dampak hasil pemilu ini terhadap arah kebijakan Hongaria dan hubungannya dengan Uni Eropa.

Kampanye menjelang pemungutan suara diwarnai serangan personal, tudingan campur tangan asing, hingga insiden kekerasan sporadis.

Orban, yang memimpin dengan mayoritas besar di parlemen sejak 2010, menghadapi ujian terberatnya setelah oposisi kini bersatu di bawah satu kandidat.

“Ini adalah pemilu pertama dengan taruhan nyata, karena ia menghadapi penantang tunggal yang berpeluang menang,” ujar analis politik Szabolcs Dull kepada Euronews.

Sejumlah survei terbaru menunjukkan pergeseran signifikan. Lembaga survei Medián bahkan memproyeksikan kemungkinan oposisi meraih mayoritas dua pertiga di parlemen—hasil yang berpotensi mengubah lanskap politik Hungaria secara drastis.

Meski demikian, kubu partai berkuasa Fidesz tetap optimistis. Mereka menilai basis pemilih loyal Orban belum sepenuhnya tercermin dalam hasil survei.

Orban merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah politik modern Hungaria. Ia dikenal sejak 1989 saat menyerukan penarikan pasukan Soviet dan kembali berkuasa pada 2010.

Selama memimpin, ia melakukan perubahan besar terhadap konstitusi, institusi negara, serta lanskap media. Di tingkat global, Orban dikenal sebagai figur utama sayap kanan Eropa, dengan sikap keras terhadap migrasi dan hubungan yang kerap tegang dengan Uni Eropa.

Baca juga:  JD Vance Tuding Intelijen Ukraina Intervensi Pemilu Amerika dan Hongaria

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)