Wapres AS JD Vance bersama PM Hongaria Viktor Orban di Budapest, 7 April 2026. (Anadolu Agency)
JD Vance Tuding Intelijen Ukraina Intervensi Pemilu Amerika dan Hongaria
Willy Haryono • 8 April 2026 14:40
Budapest: Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengeklaim adanya individu di dalam dinas intelijen Ukraina yang diduga berupaya memengaruhi hasil pemilihan umum di Amerika Serikat dan Hungaria.
Pernyataan tersebut disampaikan Vance dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, di Budapest pada Selasa, 7 April.
Dilansir dari Euro Integration, Rabu, 8 April 2026, Vance menegaskan bahwa pemerintah AS mengakui adanya elemen-elemen tertentu dalam dinas intelijen Ukraina yang mencoba mencampuri jalannya pemilu di kedua negara tersebut.
Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari risiko dalam menjalankan hubungan dengan elemen-elemen sistem di Ukraina.
Ia juga mengingatkan bahwa Ukraina, seperti halnya Amerika Serikat, adalah tempat yang sangat kompleks yang terdiri dari berbagai kelompok dengan kepentingan yang berbeda, termasuk mereka yang mencoba melakukan intervensi maupun mereka yang mendukung kedaulatan.
Lebih lanjut, Vance menambahkan bahwa terdapat pihak-pihak di dalam sistem pemerintahan Ukraina yang secara terang-terangan berkampanye bersama Partai Demokrat pada pekan-pekan menjelang pemilihan presiden AS November 2024.
Meski Donald Trump akhirnya memenangkan pemilu tersebut dengan selisih suara yang besar, Vance mengaku tetap mewaspadai aktivitas intervensi tersebut.
Wakil Presiden AS tersebut mengatakan bahwa baik dirinya maupun Viktor Orban tidak akan membiarkan upaya intervensi tersebut mengganggu fokus mereka. Ia percaya bahwa terlepas dari apa pun yang dipikirkan elemen tertentu di Ukraina, penghentian perang secara cepat adalah hal yang paling menguntungkan bagi kepentingan Ukraina, Eropa, Hongaria, dan Amerika Serikat.
Vance juga mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Budapest merupakan bentuk protes terhadap intervensi dari Brussel yang sangat keterlaluan dalam pemilu Hongaria. Selain itu, ia memberikan penilaian positif terhadap posisi Perdana Menteri Viktor Orban dalam menanggapi perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.
Kunjungan JD Vance ke Budapest ini sebelumnya dilaporkan bertujuan untuk memberikan dukungan kepada partai Fidesz milik Orban dalam pemilihan parlemen mendatang. Wakil Presiden Amerika Serikat tersebut juga dijadwalkan akan memberikan pidato dalam rapat umum kampanye pemilu yang digelar oleh Orban. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Wapres AS Kunjungi Hongaria, Bawa Dukungan Trump untuk Orban Jelang Pemilu