Bapanas Antisipasi Fluktuasi Harga Pangan Jelang Lebaran Haji

Ilustrasi, daging yang harganya kerap melonjak saat Lebaran Haji. Foto: dok Metrotvnews.com

Bapanas Antisipasi Fluktuasi Harga Pangan Jelang Lebaran Haji

Husen Miftahudin • 8 April 2026 11:52

Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan langkah antisipatif sejak dini untuk mengendalikan fluktuasi harga pangan menjelang Iduladha 1447 Hijriah melalui penguatan pasokan, distribusi, serta pemantauan harga di seluruh wilayah Indonesia.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyatakan pihaknya bergerak lebih dini mengantisipasi fluktuasi harga menjelang Iduladha, melanjutkan capaian pengendalian inflasi Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

"Mei nanti kita menghadapi Hari Raya Iduladha. Tentu ini juga akan ada potensi kenaikan permintaan. Oleh karena itu kami jauh-jauh hari juga akan bergerak untuk mengendalikan harga," kata Ketut seperti dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.

Ia menegaskan langkah antisipatif telah disiapkan, terutama untuk menjaga stabilitas komoditas daging kurban. "Mudah-mudahan secara umum bisa kita kendalikan dengan baik, khususnya di sisi harga daging kurbannya," ujar dia.

Ketut mengatakan penguatan pengawasan harga pangan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, salah satunya lewat Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang telah berjalan sejak sebelum Ramadan lalu.

Menurut dia, harga pangan mulai stabil seiring penurunan inflasi, didukung pembentukan Satgas Saber Pangan yang melakukan pengawasan luas di berbagai daerah. Ia menjelaskan pengawasan telah dilakukan di sekitar 74 ribu titik sejak 5 Februari hingga 4 April 2026, serta mengapresiasi peran aktif Polri dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

"Hasilnya kita bisa melihat untuk inflasi pangan, kami lihat ada penurunan dari inflasi pangan, month to month (bulanan) ataupun year-on-year (tahunan)," ucap dia.
 

Baca juga: Pemerintah Pastikan Ketersediaan Pangan Strategis Surplus dan Aman


(Ilustrasi. Foto: dok MI)
 

Perkuat kesiapan pasokan


Secara data, kata Ketut, inflasi pangan (volatile food) pada Maret 2026 tercatat sebesar 1,58 persen secara bulanan atau menurun dari 2,50 persen pada bulan sebelumnya. Sementara secara tahunan, inflasi pangan juga turun menjadi 4,24 persen dari 4,64 persen.

Selain pengendalian harga, pemerintah juga memperkuat kesiapan pasokan guna menghadapi potensi peningkatan permintaan pada momentum Iduladha sekaligus dampak fenomena El Nino yang diperkirakan mempengaruhi wilayah selatan ekuator.

Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menjadi salah satu strategi utama. Adapun per 6 April 2026, stok CPP untuk komoditas beras mencapai 4,4 juta ton, yang merupakan merupakan stok beras pemerintah tertinggi.

Sementara stok CPP untuk komoditas jagung pakan 168 ribu ton, minyak goreng 120 ribu kiloliter, gula pasir 49 ribu ton, daging sapi 8.000 ton, daging kerbau 3.000 ton, serta masing-masing 39 ton dan 17 ton untuk daging ayam dan telur ayam.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)