Ilustrasi. Foto: Freepik.
Perempuan Jadi Penopang Keluarga, Tapi Rentan Secara Finansial dan Kesehatan
Ade Hapsari Lestarini • 10 April 2026 12:41
Jakarta: Survei terbaru Sun Life mengungkap lebih dari separuh perempuan Indonesia masih mengesampingkan kebutuhan kesehatan dan finansial pribadi demi keluarga. Survei ini menunjukkan 57 persen responden mengaku pernah menunda atau mengabaikan perawatan medis untuk mendukung anak atau orangtua dan lansia.
Selain itu, pengorbanan finansial pun terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari mengurangi pengeluaran pribadi untuk rekreasi (82 persen), membatasi peluang investasi (30 persen), hingga menunda tabungan pensiun (28 persen).
Di saat yang sama, 51 persen menyebut biaya kesehatan yang tinggi sebagai salah satu dari tiga hambatan utama menuju keamanan finansial. Data ini menunjukkan bagi banyak perempuan, menjaga keluarga sering kali berarti menunda kebutuhan diri sendiri.
"Perempuan seringkali mengorbankan kesehatan, rasa aman, dan rencana finansial mereka demi keluarga. Peran ini perlu didukung dengan solusi dan pendampingan tanpa harus mengesampingkan masa depan mereka," ujar Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo, dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026.
Survei ini juga menyoroti kuatnya fenomena sandwich generation di Indonesia. Sebanyak 96 persen perempuan memperkirakan akan menopang perawatan lansia orang tua mereka, baik saat ini maupun di masa depan. Tetapi hanya 26 persen yang sudah menyisihkan setidaknya 10 persen dari pendapatan mereka untuk kebutuhan tersebut.
Akibatnya, mereka harus menanggung triple penalty dari peran pengasuhan:
- 59 persen mengatakan tanggung jawab pengasuhan menghambat peningkatan keamanan finansial.
- 47 persen berdampak pada karier.
- 47 persen membatasi kemampuan mereka untuk merawat diri sendiri.
Perempuan Indonesia berperan penting dalam keuangan rumah tangga
Di sisi lain, perempuan Indonesia memegang peran penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Sebanyak 62 persen menjadi pengambil keputusan terakhir dalam keputusan keuangan keluarga, bahkan mencapai 92 persen untuk mereka yang menjadi tulang punggung (breadwinner) keluarga.
Meski demikian, hanya 13 persen yang saat ini aktif melibatkan penasihat keuangan profesional. Keamanan finansial jangka panjang juga masih menjadi beban pikiran perempuan Indonesia.
Meski survei Sun Life menunjukkan 63 persen perempuan Indonesia merasa kondisi finansial mereka lebih baik dibanding ibu mereka pada usia yang sama, tapi hanya 19 persen yang merasa sangat siap menghadapi peristiwa finansial besar yang tak terduga.
Temuan ini menunjukkan di tengah peran perempuan yang semakin besar dalam mengelola keuangan keluarga, kerentanan terhadap guncangan finansial masih tetap menjadi kekhawatiran terbesar mereka.
"Peran perempuan Indonesia hari ini bukan hanya menjaga keseimbangan keluarga, tetapi juga garda utama di balik setiap keputusan finansial rumah tangga. Karena itu, kehadiran dan dukungan perencanaan keuangan yang lebih relevan, praktis, dan mudah diakses menjadi penting. Tujuannya agar perempuan mendapatkan informasi yang komprehensif dalam mendukung keputusan finansial sehari-hari sehingga perencanaan jangka panjang menjadi lebih kuat dan berkelanjutan," jelas dia.
Temuan ini merupakan bagian dari riset Sun Life terhadap 3.001 responden di enam pasar Asia pada Januari 2026, termasuk Indonesia, untuk memahami aspirasi, perilaku, dan tantangan finansial yang dihadapi perempuan dalam membangun keamanan finansial jangka panjang.