Ilustrasi pengaduan online. Dokumentasi/ istimewa.
Tips Aman Ajukan Komplain Agar Terhindar dari Penipuan Online
Deny Irwanto • 5 August 2026 18:44
Jakarta: Maraknya penyalahgunaan identitas layanan pelanggan (customer service/CS) di ruang digital menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat mencari bantuan terkait kendala transaksi. Pengguna disarankan hanya menggunakan kanal resmi yang disediakan penyedia layanan guna menghindari risiko penipuan dan pencurian data pribadi.
"Prosedur pengaduan resmi dan paling aman bagi seluruh pengguna yang mengalami kendala transaksi adalah melalui fitur Bantuan atau Live Chat yang tersedia langsung di dalam aplikasi," kata Tim Legal Orderkuota, Aprillya, dalam keterangan dikutip, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan perusahaan tidak menyediakan layanan pelanggan melalui nomor WhatsApp. Karena itu, masyarakat diminta tidak mencari kontak layanan pelanggan melalui mesin pencari atau sumber lain di luar aplikasi resmi.
Pengguna disarankan mengakses menu Bantuan atau Live Chat yang tersedia di dalam aplikasi. Melalui fitur tersebut, pengguna akan diarahkan ke daftar kanal komunikasi resmi yang telah diverifikasi perusahaan, seperti Telegram, Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube.

Ilustrasi pengaduan online. Dokumentasi/ istimewa.
Aprillya menilai penggunaan jalur resmi menjadi cara paling aman karena pengguna dapat terhubung langsung dengan tim layanan pelanggan tanpa melalui pihak ketiga. Selain mempercepat penanganan kendala transaksi, langkah tersebut juga membantu meminimalkan risiko penipuan maupun penyalahgunaan identitas.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari pengguna yang mengaku menjadi korban atau hampir tertipu setelah menghubungi pihak yang mengatasnamakan layanan pelanggan. Temuan tersebut mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan edukasi mengenai keamanan digital.
Aprillya juga mengingatkan agar pengguna tidak pernah membagikan data yang bersifat rahasia, seperti PIN transaksi, kode OTP, kata sandi akun, kode verifikasi, maupun akses login kepada siapa pun.
Selain itu, layanan pelanggan resmi tidak pernah meminta pengguna melakukan transfer dana ke rekening pribadi atau memberikan akses terhadap akun dengan alasan apa pun.
"Apabila terdapat pihak yang meminta informasi tersebut, pengguna diminta segera menghentikan komunikasi karena hal itu merupakan indikasi adanya upaya penipuan atau phishing," ungkap Aprillya.
Sebagai langkah mitigasi, perusahaan terus memantau berbagai informasi yang mengatasnamakan layanan resminya di internet, mengumpulkan bukti terkait akun atau nomor yang diduga melakukan penyamaran, serta melaporkannya kepada platform terkait maupun kanal pemerintah yang menangani konten digital bermasalah.
Di sisi lain, edukasi mengenai keamanan digital juga terus dilakukan melalui aplikasi dan media sosial resmi agar masyarakat semakin memahami cara mengakses layanan pelanggan yang benar serta terhindar dari berbagai modus penipuan daring.