Kondisi gajah Jovi di PLG Minas yang mati akibat komplikasi pencernaan dan pernafasan setelah menjalani perawatan selama 34 hari. ANTARA/HO-BBKSDA Riau
Gajah Binaan PLG Minas Mati Akibat Komplikasi
Silvana Febiari • 4 August 2026 15:40
Siak: Seekor gajah binaan bernama Jovi (46) di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, dinyatakan mati. Gajah tersebut mengalami komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan atas yang memicu kelemahan otot berat (myopathy).
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Ujang Holisudin mengatakan gajah jantan tersebut mati pukul 20.47 WIB, Senin, 3 Agustus 2026. Jovi menghembuskan nafas terakhir setelah tim dokter hewan BKSDA Riau berjuang secara intensif memberikan perawatan medis selama 34 hari.
"Gajah jantan dewasa yang telah berjasa besar membantu penanganan berbagai konflik manusia dan satwa liar di Provinsi Riau ini telah menghembuskan napas terakhir," kata Ujang, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Agustus 2026.
Gejala sakit mulai terlihat sejak 1 Juli 2026 dengan kondisi kelemahan umum. Jovi mengalami sejumlah gejala, seperti tidak nafsu makan, tremor, kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor, hingga kesulitan berdiri.
Sejak awal munculnya gejala, tim medis BKSDA Riau segera melakukan penanganan secara intensif sesuai Standar Operasional Pan prosedur (SOP) pelayanan kesehatan satwa.
Tindakan medis yang diberikan meliputi terapi cairan infus selama 24 jam, pemberian vitamin, antibiotik, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemantauan kondisi klinis, dan pemeriksaan laboratorium secara berkala.
Koordinator Tim Medis BKSDA Riau Rini Deswita menambahkan kondisi Jovi mulai mengalami penurunan yang signifikan. Gajah tersebut tidak mau makan maupun minum sehingga terapi intensif terus dilakukan.
"Pada Senin 3 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WIB suhu tubuh meningkat hingga mencapai sekitar 40 derajat Celcius. Tim medis terus memberikan terapi cairan melalui infus, pemberian cairan secara oral maupun rektal, serta tindakan suportif lainnya," ungkapnya.

Kondisi gajah Jovi di PLG Minas yang mati akibat komplikasi pencernaan dan pernafasan setelah menjalani perawatan selama 34 hari. ANTARA/HO-BBKSDA Riau
Pada pukul 20.43 WIB, Gajah Jovi mengalami tremor hebat dan pada pukul 20.47 WIB dinyatakan mati. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah Gajah Jovi dimakamkan sesuai prosedur yang berlaku.
Gajah Jovi merupakan gajah jinak jantan berusia sekitar 46 tahun yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan bergabung di PLG Minas sejak 18 Februari 1998.
Selama lebih dari dua dekade, Jovi menjadi salah satu gajah binaan yang berperan dalam berbagai operasi mitigasi konflik manusia dan gajah liar. Operasi tersebut dilakukan di sejumlah wilayah Provinsi Riau.