Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Prabowo Janjikan Insentif Rp20 Miliar bagi Kota Terbersih
Fachri Audhia Hafiez • 30 July 2026 16:34
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mencanangkan kampanye nasional kebersihan lingkungan dengan menyiapkan insentif anggaran hingga Rp20 miliar bagi kota-kota terbersih. Langkah ini diambil untuk menggenjot peran pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah.
"Kota terbersih kita kasih nanti insentif ya, kota terbersih mari kita kasih kalau bisa Rp20 miliar. Lima kota terbersih Rp20 miliar, lima kota di bawahnya Rp10 miliar, dan sebagainya," ujar Prabowo dalam acara Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan sebesar Rp880 Miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dikutip dari tayangan Live Event Metro TV, Kamis, 30 Juli 2026.
Prabowo menilai pemberian dana segar jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar penghargaan piala. Menurutnya, alokasi anggaran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan langsung oleh pemerintah daerah untuk menambah armada kebersihan seperti truk sampah dan ekskavator.
"Pasti uang itu dipakai untuk yang baik iya kan? Dia (kepala daerah) akan cari truk ekskavator dan sebagainya," ujar Prabowo.
Guna mendukung percepatan perbaikan sarana di daerah, Kepala Negara turut menginstruksikan Panglima TNI untuk mengecek ketersediaan alat berat di PT Pindad agar segera didistribusikan ke kabupaten-kabupaten yang membutuhkan. Di sisi lain, Presiden menargetkan persoalan sampah di seluruh wilayah Indonesia dapat teratasi secara menyeluruh dan tidak ada lagi penumpukan sampah liar pada akhir 2027.
"Kita akan kendalikan sampah, di akhir 2027 masalah sampah di Indonesia saya minta sudah selesai, tidak ada lagi gunung sampah. Ini akan kita capai," tegas Prabowo.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Antara.
Selain faktor kesehatan dan martabat bangsa, Prabowo menekankan kebersihan serta estetika lingkungan menjadi kunci utama dalam menarik wisatawan. Menurutnya, potensi pariwisata sebagai penyedia lapangan kerja tidak akan berkembang jika tempat wisata, pantai, hingga sungai masih dipenuhi sampah.
"Wisatawan tidak akan mau datang ke kota yang jorok, dia tidak akan datang ke pantai penuh plastik dan sampah dia tidak mau datang melihat sungai-sungai dan kali-kali yang penuh dengan sampah," ujar Prabowo.