Zawiyah Arraudhah menggelar doa bersama. Istimewa
Jemaah Thariqoh Gelar Istigasah Khassah untuk Perdamaian di Palestina dan Iran
Al Abrar • 5 March 2026 18:30
Jakarta: Jakarta: Konflik di Timur Tengah yang terus memanas mendorong digelarnya Istigasah Khassah di Zawiyah Arraudah Tebet, Jakarta. Kegiatan ini menjadi ikhtiar doa bersama untuk memohon perdamaian dunia Islam.
Kegiatan dijadwalkan pada Sabtu, 7 Maret 2026 (17 Ramadan 1447 H) di markas Zawiyah Arraudah, Tebet, Jakarta Selatan. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga refleksi solidaritas masyarakat Indonesia terhadap umat Muslim di Palestina, Iran, dan wilayah konflik lainnya.
Ketua Panitia Reza Milady mengatakan, pemilihan tanggal 17 Ramadan memiliki makna historis dalam tradisi Islam. Tanggal tersebut merujuk pada dua peristiwa penting, yakni Perang Badar dan Fathu Makkah, yang dipandang sebagai simbol keteguhan iman, kemenangan kebenaran, serta kekuatan persatuan umat.
“Ratusan jamaah dijadwalkan hadir untuk melantunkan Hizb Nashor dan doa keselamatan yang dipimpin langsung oleh para ulama,” kata Reza dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca Juga :
Sekjen Hizbullah: Kesabaran Kami Ada Batasnya
Istighosah Khassah ini akan dipimpin sejumlah ulama dan masyayikh, di antaranya KH Muhammad Danial Nafis, Khadimu Thariqoh Shiddiqiyah Darqowiyah Syadziliyah sekaligus Rois Jatman DKI Jakarta, serta KH Ahmad Marwazi Al Makki Al Batawi, Khadiem Syaikh Muhammad Yasin bin Isa Al Fadani.
Reza menegaskan kegiatan tersebut merupakan respons moral para ahlu thariqoh terhadap situasi geopolitik yang berkembang di Timur Tengah. Tindakan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat merupakan potret ego kekuasaan dan krisis nurani paling memalukan di abad ini.
"Kami mengajak umat untuk memperkuat ittihadul ummah atau persatuan umat melalui langkah yang damai namun tegas,” ujarnya.
Panitia juga menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan stabilitas kawasan dunia Islam merupakan amanat konstitusi. Dalam Pembukaan UUD 1945, Indonesia secara prinsip menolak segala bentuk penjajahan serta mendukung hak kemerdekaan bagi setiap bangsa.
Selain istighosah, kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan diakhiri dengan buka puasa bersama sebagai simbol penguatan kohesi sosial dan persaudaraan.
Melalui kegiatan tersebut, Zawiyah Arraudah berharap pesan perdamaian dari Jakarta dapat menggema hingga ke tingkat internasional serta mendorong meredanya ketegangan di Timur Tengah demi mencegah jatuhnya korban sipil lebih banyak.