Israel Serang Depo Minyak di Teheran, Tandai Eskalasi Baru dengan Iran

Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di Teheran, Iran. (Anadolu Agency)

Israel Serang Depo Minyak di Teheran, Tandai Eskalasi Baru dengan Iran

Willy Haryono • 8 March 2026 12:47

Teheran: Pesawat jet tempur Israel dilaporkan menyerang depo penyimpanan minyak dan fasilitas penyulingan di ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu malam.

Dilansir dari Anadolu Agency, Minggu, 8 Maret 2026, serangan tersebut menandai pertama kalinya Israel menargetkan infrastruktur energi Iran sejak melancarkan operasi militer besar terhadap negara itu bersama Amerika Serikat pada pekan lalu.

Militer Israel dalam pernyataannya mengatakan telah memulai gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur strategis Iran di Teheran. Penyiar publik Israel, KAN, melaporkan bahwa Angkatan Udara Israel menargetkan depo minyak dan fasilitas kilang di ibu kota Iran.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency, melaporkan terdengarnya sejumlah ledakan di Teheran setelah serangan tersebut.

Iran Balas Serangan

Sebagai respons atas serangan terhadap kilang minyak di Teheran, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa fasilitas penyulingan minyak di Haifa, Israel, telah dihantam rudal Iran. Pernyataan tersebut dilaporkan oleh kantor berita Fars.

Serangan timbal balik ini menambah eskalasi konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer senior.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta berbagai kota di Israel.

Baca juga:  Serangan AS-Israel Hantam Taman Bermain Anak-Anak di Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)